Senin, 26 Januari 2026

Mengenal Unsur-Unsur Puisi

 A. Pengantar: Mengapa Puisi Penting untuk Kita?

Sebagai siswa SMK yang fokus pada keterampilan teknis, mungkin kalian bertanya: "Apa manfaat puisi untuk kami?" Jawabannya, puisi melatih kepekaan, kreativitas, dan cara menyampaikan pesan dengan kuat dan singkat—keterampilan yang sangat berharga dalam berkomunikasi, berbisnis, atau membuat konten promosi. Puisi adalah seni memadatkan makna.

B. Pengertian Puisi

Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif, disusun dengan mengutamakan kekuatan bahasa, struktur, dan makna.

C. Unsur-Unsur Pembangun Puisi (Unsur Intrinsik)

Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun puisi dari dalam. Inilah yang akan kita pelajari.

1. Tema

Inti atau pokok persoalan yang menjadi dasar puisi. Tema adalah jiwa dari puisi.
Contoh: Cinta tanah air, kritik sosial, persahabatan, kerinduan, ketuhanan, lingkungan.
Cara Mengenali: Tanyakan, "Apa yang ingin disampaikan penyair secara keseluruhan?"

2. Diksi (Pilihan Kata)

Penyair sangat hati-hati memilih kata (diksi) untuk menciptakan efek tertentu, menyampaikan makna, dan keindahan. Kata-kata dalam puisi seringkali bersifat konotatif (memiliki makna kias).
Contoh:

  • Kata "kandas" lebih kuat dan bernuansa daripada "gagal".

  • Kata "senja" memberi kesan redup, akhir, atau kerinduan dibanding "sore".
    Cara Mengenali: Identifikasi kata-kata kunci yang unik dan sarat makna.

3. Majas (Gaya Bahasa)

Digunakan untuk membuat puisi lebih hidup, imajinatif, dan bermakna dalam.
Jenis-Jenis Majas dalam Puisi:

  • Metafora: Perbandingan langsung yang implisit. (Contoh: "Kau adalah api yang menyala").

  • Personifikasi: Memberi sifat manusia pada benda mati atau ide. (Contoh: "Angin pun bernyanyi-nyanyi").

  • Hiperbola: Pengungkapan yang berlebihan. (Contoh: "Air mataku mengalir membelah bumi").

  • Repetisi: Pengulangan kata atau frase untuk penekanan. (Contoh: pengulangan "Jangan...!").

4. Citraan/Imaji

Kata atau susunan kata yang dapat menggungah pengalaman indrawi pembaca (penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecapan, bahkan gerak).
Jenis-Jenis Citraan:

  • Visual: Citra penglihatan. (Contoh: "Benderang bulan di atas sawah").

  • Auditori: Citra pendengaran. (Contoh: "Desir ombak memecah karang").

  • Taktil: Citra perabaan. (Contoh: "Tajamnya duri menusuk kulit").

5. Rima/Irama

Penyusunan bunyi kata yang menimbulkan efek musikalitas, baik di akhir baris (rima akhir) maupun di dalam baris (rima dalam). Irama membuat puisi enak didengar dan dibaca.
Contoh Rima AABB:

Aku ini binatang jalang (a)
Dari kumpulannya terbuang (a)
Biar peluru menembus kulitku (b)
Aku tetap meradang menerjang (b) (Chairil Anwar)

6. Tipografi (Bentuk Puisi)

Tata wajah atau bentuk penulisan puisi di atas kertas, seperti pengaturan baris, margin, dan pengaturan bait. Tipografi modern bisa sangat bervariasi.
Contoh: Puisi lama (seperti pantun) bentuknya tetap, puisi kontemporer bisa berbentuk seperti gambar atau ditulis tanpa aturan bait yang ketat.

7. Amanat/Pesan

Pesan moral atau nilai kehidupan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Amanat biasanya tersirat, bukan tersurat.

D. Contoh Analisis Puisi

Puisi: "Doa" karya Chairil Anwar

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

caya-Mu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Analisis Unsur:

  1. Tema: Spiritualitas, pencarian Tuhan dalam kesepian.

  2. Diksi: Kata "termangu" (melamun dalam kesedihan), "kerdip" (hanya cahaya kecil), "kelam sunyi" (kesepian yang gelap).

  3. Majas: Metafora "caya-Mu panas suci" (cahaya-Mu yang murni), Personifikasi tidak dominan.

  4. Citraan: Visual ("kerdip lilin di kelam sunyi"), Taktil ("panas suci").

  5. Rima: Tidak terikat rima tetap, tetapi memiliki irama internal dari permainan bunyi.

  6. Tipografi: Bebas, terdiri dari dua bait pendek.

  7. Amanat: Dalam kondisi sesulit apapun, manusia tetap butuh dan mencari cahaya Tuhan.

E. Latihan Praktis: Mengurai Puisi "Pekerja"

Bacalah puisi berikut dan diskusikan unsur-unsurnya!

"Lekra" (Penggalan) oleh W.S. Rendra

Keringatmu adalah minyak bumi
yang membakar api-apiku.
Derap kerjamu adalah irama tari
yang menggetarkan jantungku.

Panduan Analisis (Diskusi Kelompok):

  1. Menurutmu, apa tema puisi ini? (Kaitkan dengan dunia kerja!)

  2. Temukan diksi yang menarik. Mengapa penyair memilih kata "minyak bumi" dan "derap"?

  3. Identifikasi majas yang digunakan! (Apa perbandingan yang dibuat?)

  4. Citraan apa yang kalian rasakan?

  5. Bagaimana amanat puisi ini relevan dengan harga diri seorang pekerja?

F. Relevansi untuk Siswa SMK

Memahami puisi melatih:

  1. Analisis: Mencari makna di balik kata (seperti menganalisis masalah teknis).

  2. Kreativitas: Merangkai ide dengan cara yang unik dan menarik.

  3. Komunikasi Efektif: Menyampaikan pesan dengan padat, bermakna, dan berkesan.

  4. Empati: Memahami perasaan dan perspektif orang lain.

G. Penutup

Puisi bukanlah sekadar kata-kata indah yang sulit dipahami. Ia adalah cetak biru perasaan dan pemikiran manusia yang dirancang dengan elemen-elemen khusus. Dengan mengenal unsur-unsurnya, kita bisa lebih menghargai karya sastra ini dan mengambil manfaatnya untuk mengasah soft skill yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.


Analisis Unsur-Unsur Puisi "Lekra" (Penggalan) karya W.S. Rendra


1. Tema

Tema: Penghargaan dan Dampak Inspiratif dari Kerja Keras.
Puisi ini mengangkat nilai luhur dari kerja fisik (keringat) dan disiplin kerja (derap) seorang pekerja, serta bagaimana dedikasi itu menjadi sumber energi dan inspirasi bagi orang lain (penyair). Terkait dunia kerja, tema ini menyoroti bahwa kontribusi pekerja bukan hal sepele, melainkan fondasi yang menggerakkan semangat dan kehidupan.

2. Diksi yang Menarik

  • "minyak bumi": Kata ini dipilih karena konotasinya sebagai sumber energi vital yang menggerakkan industri dan peradaban modern. Dengan menyamakan keringat dengan minyak bumi, penyair mengangkat nilai kerja fisik dari hal yang dianggap biasa menjadi sesuatu yang sangat berharga, strategis, dan penuh kekuatan.

  • "derap": Kata ini mewakili bunyi ritmis, teratur, dan penuh tenaga seperti langkah barisan atau hentakan mesin. "Derap kerja" menggambarkan konsistensi, disiplin, dan kekuatan dinamis dari aktivitas bekerja, jauh lebih kuat dan hidup dibandingkan kata seperti "ritme" atau "alur".

3. Majas yang Digunakan

  • Metafora: Perbandingan langsung yang sangat dominan.

    • "Keringatmu adalah minyak bumi" → Keringat (hasil kerja fisik) disamakan dengan komoditas energi paling berharga.

    • "Derap kerjamu adalah irama tari" → Ritme kerja disamakan dengan keindahan seni tari yang memesona.

  • Hiperbola: Pengungkapan yang dilebih-lebihkan untuk menekankan dampak emosional yang besar.

    • "membakar api-apiku" → Bukan hanya menyulut, tetapi membakar habis semangat penyair.

    • "menggetarkan jantungku" → Berpengaruh hingga ke fisik dan perasaan paling dalam.

4. Citraan yang Dirasakan

  • Citraan Taktil (Perabaan): "Keringatmu" membayangkan sensasi basah, panas, dan lelah dari kerja fisik.

  • Citraan Visual (Penglihatan): "minyak bumi" dan "api-api" membentuk gambaran sesuatu yang gelap, berharga, lalu berubah menjadi nyala-nyala cahaya dan energi.

  • Citraan Auditori (Pendengaran): "Derap" menimbulkan suara repetitif, kuat, dan berirama seperti bunyi mesin pabrik atau langkah kaki yang teratur.

  • Citraan Kinestetik (Gerak): "irama tari" dan "menggetarkan" menciptakan kesan gerakan yang indah, dinamis, dan menyentuh.

5. Amanat dan Relevansi dengan Harga Diri Seorang Pekerja

Amanat: Kerja keras dan dedikasi seorang pekerja memiliki nilai yang luar biasa—tidak hanya secara material, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, keindahan, dan penggerak semangat bagi orang lain.

Relevansi dengan Harga Diri Pekerja:

  1. Pengakuan atas Nilai Karya Fisik: Puisi ini mengajak pekerja untuk bangga atas kontribusi konkret mereka. Keringat bukanlah simbol kekotoran, melainkan simbol "bahan bakar" yang menjalankan dunia. Ini membangun harga diri bahwa pekerjaan tangan/ fisik adalah mulia dan vital.

  2. Kerja sebagai Karya Seni: Dengan menyamakan "derap kerja" dengan "irama tari", puisi ini mengangkat kerja rutin ke tingkat estetika dan disiplin yang indah. Seorang pekerja bisa melihat rutinitasnya tidak sebagai hal membosankan, melainkan sebagai sebuah performa yang penuh keahlian dan ritme.

  3. Dampak Sosial yang Luas: Pekerja diingatkan bahwa kerja mereka berdampak melampaui tugasnya sendiri; ia mampu "membakar api" semangat dan "menggetarkan jantung" orang lain. Kesadaran ini meningkatkan harga diri bahwa mereka adalah bagian penting dari jaring-jaring motivasi dan kehidupan sosial.

Kesimpulan untuk Siswa SMK: Sebagai calon tenaga profesional, puisi ini mengajarkan untuk memandang pekerjaan dengan mata yang berbeda—bukan sekadar mencari nafkah, tetapi sebagai sumber kebanggaan, keindahan, dan inspirasi. Harga diri muncul ketika kita menyadari bahwa keterampilan dan disiplin kerja kita memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Kamis, 22 Januari 2026

Percabangan Sederhana dan Tipe Data dalam Pemrograman

 

I. Konsep Dasar: Variabel dan Tipe Data

A. Apa itu Variabel?

Variabel adalah tempat penyimpanan data dalam memori komputer yang memiliki nama dan dapat diisi dengan nilai. Bayangkan variabel seperti kotak penyimpanan yang memiliki label (nama variabel) dan bisa diisi dengan barang (nilai).

python
# Contoh deklarasi variabel
nama_siswa = "Budi Santoso"
umur = 15
tinggi_badan = 165.5
lulus = True

B. Tipe Data Fundamental

1. Integer (Bilangan Bulat)

  • Menyimpan bilangan bulat tanpa desimal

  • Contoh: 10-501000

2. Float/Double (Bilangan Desimal)

  • Menyimpan bilangan pecahan

  • Contoh: 3.14-2.50.0

3. String (Teks)

  • Menyimpan kumpulan karakter/teks

  • Ditulis dalam tanda kutip: "Hello" atau 'World'

4. Boolean (Logika)

  • Hanya memiliki dua nilai: True (benar) atau False (salah)

  • Digunakan untuk pengambilan keputusan

5. Char (Karakter)

  • Menyimpan satu karakter saja

  • Contoh: 'A''b''?'

C. Deklarasi dan Inisialisasi Variabel

python
# Deklarasi variabel dengan tipe data berbeda
nama = "Ani"           # String
nilai_matematika = 85  # Integer
rata_rata = 87.5       # Float
aktif = True          # Boolean

D. Konversi Tipe Data (Type Casting)

python
# Konversi antar tipe data
angka_string = "100"
angka_integer = int(angka_string)  # Konversi string ke integer

angka_float = 3.14
angka_bulat = int(angka_float)     # Konversi float ke integer (3)

nilai = 95
nilai_string = str(nilai)          # Konversi integer ke string

II. Percabangan Sederhana (If-Else)

A. Konsep Percabangan

Percabangan adalah struktur kendali yang memungkinkan program mengambil keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Analoginya seperti persimpangan jalan: jika lampu hijau, maju; jika merah, berhenti.

B. Struktur Dasar If-Else

1. Pernyataan If Tunggal

python
if kondisi:
    # pernyataan yang dieksekusi jika kondisi TRUE

2. Pernyataan If-Else

python
if kondisi:
    # pernyataan jika kondisi TRUE
else:
    # pernyataan jika kondisi FALSE

3. Pernyataan If-Elif-Else (Multiple Conditions)

python
if kondisi1:
    # pernyataan jika kondisi1 TRUE
elif kondisi2:
    # pernyataan jika kondisi2 TRUE
else:
    # pernyataan jika semua kondisi FALSE

C. Operator Pembanding

Digunakan untuk membuat kondisi dalam percabangan:

OperatorMaknaContoh
==Sama denganx == 5
!=Tidak sama denganx != 5
>Lebih besarx > 5
<Lebih kecilx < 5
>=Lebih besar atau samax >= 5
<=Lebih kecil atau samax <= 5

D. Operator Logika

Menggabungkan beberapa kondisi:

OperatorMaknaContoh
andKedua kondisi harus benarx > 5 and x < 10
orSalah satu kondisi benarx == 5 or x == 10
notMembalikkan nilai kondisinot(x == 5)

III. Integrasi Konsep: Variabel + Percabangan

A. Studi Kasus 1: Sistem Penilaian Sederhana

python
# Program menentukan kelulusan siswa
nama = input("Masukkan nama siswa: ")
nilai = float(input("Masukkan nilai: "))

if nilai >= 75:
    print(f"Selamat {nama}, Anda LULUS dengan nilai {nilai}")
else:
    print(f"Maaf {nama}, Anda TIDAK LULUS dengan nilai {nilai}")

B. Studi Kasus 2: Kategori Usia

python
# Program mengkategorikan usia
nama = input("Masukkan nama: ")
usia = int(input("Masukkan usia: "))

if usia < 0:
    print("Usia tidak valid!")
elif usia < 13:
    kategori = "Anak-anak"
elif usia < 20:
    kategori = "Remaja"
elif usia < 60:
    kategori = "Dewasa"
else:
    kategori = "Lansia"

print(f"{nama} berusia {usia} tahun, termasuk kategori: {kategori}")

C. Studi Kasus 3: Kalkulator Diskon

python
# Program menghitung diskon berdasarkan total belanja
total_belanja = float(input("Masukkan total belanja: Rp "))

if total_belanja > 1000000:
    diskon = 0.2  # 20%
elif total_belanja > 500000:
    diskon = 0.1  # 10%
else:
    diskon = 0    # 0%

jumlah_diskon = total_belanja * diskon
total_bayar = total_belanja - jumlah_diskon

print(f"Total belanja: Rp {total_belanja:,.0f}")
print(f"Diskon: {diskon*100}%")
print(f"Potongan: Rp {jumlah_diskon:,.0f}")
print(f"Total bayar: Rp {total_bayar:,.0f}")

IV. Best Practices & Tips

A. Penamaan Variabel yang Baik

  • Gunakan nama yang deskriptif: nilai_matematika bukan nm

  • Gunakan snake_case untuk Python: nama_lengkap

  • Hindari nama yang terlalu pendek (kecuali i, j, x, y dalam loop)

B. Validasi Input

python
# Selalu validasi input pengguna
try:
    umur = int(input("Masukkan umur: "))
    if umur < 0 or umur > 150:
        print("Umur tidak valid!")
except ValueError:
    print("Input harus berupa angka!")

C. Komentar dan Dokumentasi

python
# Program menentukan kategori BMI
# Input: berat (kg) dan tinggi (m)
# Output: kategori BMI

berat = float(input("Berat (kg): "))
tinggi = float(input("Tinggi (m): "))

bmi = berat / (tinggi ** 2)  # Rumus BMI

if bmi < 18.5:
    kategori = "Kurus"
elif bmi < 25:
    kategori = "Normal"
elif bmi < 30:
    kategori = "Gemuk"
else:
    kategori = "Obesitas"

print(f"BMI: {bmi:.2f}")
print(f"Kategori: {kategori}")

V. Tugas: Sistem Kasta Ninja (Naruto Themed)

Deskripsi Tugas:

Buatlah program untuk menentukan tingkatan/kasta ninja berdasarkan jumlah misi yang berhasil diselesaikan dan rata-rata penilaian misi. Program ini akan membantu Hokage dalam mengevaluasi ninja-ninja di Konoha.

Spesifikasi Program:

  1. Program meminta input:

    • Nama ninja

    • Jumlah misi yang diselesaikan (integer)

    • Rata-rata penilaian misi (float, skala 0-100)

  2. Aturan penentuan kasta:

    text
    GENIN: 
    - Misi < 50 ATAU rata-rata < 60
    
    CHUUNIN: 
    - Misi >= 50 DAN rata-rata >= 60
    - Misi < 100 ATAU rata-rata < 80
    
    JONIN: 
    - Misi >= 100 DAN rata-rata >= 80
    - Misi < 200 ATAU rata-rata < 90
    
    ANBU/KAGE: 
    - Misi >= 200 DAN rata-rata >= 90
  3. Output program harus menampilkan:

    • Nama ninja

    • Jumlah misi dan rata-rata penilaian

    • Kasta yang didapatkan

    • Pesan motivasi sesuai kasta

Contoh Output:

text
=== SISTEM PENENTUAN KASTA NINJA KONOHA ===

Masukkan nama ninja: Uzumaki Naruto
Masukkan jumlah misi yang diselesaikan: 75
Masukkan rata-rata penilaian misi: 78.5

HASIL EVALUASI:
Nama Ninja    : Uzumaki Naruto
Jumlah Misi   : 75
Rata-rata     : 78.5
Kasta Ninja   : CHUUNIN

Pesan Hokage  : Kerja bagus, Naruto! Terus tingkatkan kemampuanmu!

Kriteria Penilaian:

  1. Kreativitas (30%):

    • Desain interface/output yang menarik

    • Menambahkan fitur tambahan (misal: warna, ascii art)

    • Variasi pesan motivasi untuk setiap kasta

  2. Kebenaran Logika (40%):

    • Percabangan if-elif-else bekerja dengan benar

    • Menggunakan operator logika (AND/OR) dengan tepat

    • Tidak ada bug dalam logika penentuan kasta

  3. Implementasi Tipe Data (20%):

    • Menggunakan variabel dengan tipe data yang tepat

    • Konversi tipe data jika diperlukan

    • Penamaan variabel yang baik dan deskriptif

  4. Komunikasi (10%):

    • Output jelas dan mudah dipahami

    • Pesan error untuk input tidak valid

    • Dokumentasi kode dengan komentar

Challenge (Opsional):

Tambahkan fitur:

  1. Validasi input (angka positif, rentang nilai tertentu)

  2. Simbol bintang sesuai kasta (★ untuk Genin, ★★ untuk Chuunin, dst)

  3. Simpan riwayat evaluasi dalam file teks

  4. Grafik atau visualisasi sederhana menggunakan karakter ASCII


VI. Panduan Penyelesaian Tugas

Langkah 1: Analisis Persyaratan

  • Identifikasi input yang dibutuhkan

  • Pahami aturan percabangan untuk setiap kasta

  • Rancang format output yang diinginkan

Langkah 2: Rancangan Algoritma

text
START
   INPUT nama, jumlah_misi, rata_rata
   
   IF jumlah_misi < 50 OR rata_rata < 60 THEN
      kasta = "GENIN"
   ELIF (jumlah_misi >= 50 AND rata_rata >= 60) AND 
        (jumlah_misi < 100 OR rata_rata < 80) THEN
      kasta = "CHUUNIN"
   ELIF (jumlah_misi >= 100 AND rata_rata >= 80) AND 
        (jumlah_misi < 200 OR rata_rata < 90) THEN
      kasta = "JONIN"
   ELSE
      kasta = "ANBU/KAGE"
   END IF
   
   OUTPUT hasil evaluasi
END

Langkah 3: Implementasi Kode

Mulailah dengan kerangka dasar, kemudian tambahkan percabangan bertahap.

Langkah 4: Testing

Uji dengan berbagai skenario:

  • Ninja dengan misi sedikit tapi nilai tinggi

  • Ninja dengan misi banyak tapi nilai rendah

  • Kasus-kasus batas (tepat di threshold)

Langkah 5: Enhancement

Tambahkan kreativitas setelah logika dasar berfungsi dengan benar.


VII. Referensi dan Sumber Belajar

  1. Buku: "Python for Everybody" oleh Charles Severance

  2. Website:

    • W3Schools Python Tutorial

    • Programiz Python Programming

  3. Tools Praktik:

    • Replit (online compiler)

    • Python IDLE (offline)

    • Google Colab (notebook online)

HASIL AKHIR  PROGRAM Sistem Kasta Ninja (Naruto Themed)



4.1 Program untuk TJKT (Jaringan Komputer)

Program 1: Monitoring Bandwidth

python

print("=== SISTEM MONITORING BANDWIDTH ===")

bandwidth = float(input("Masukkan penggunaan bandwidth (Mbps): "))

 

if bandwidth > 150:

    print("🚨 STATUS: OVERLOAD!")

    print("Tindakan: Segera upgrade bandwidth")

elif bandwidth > 100:

    print("⚠️ STATUS: TINGGI")

    print("Tindakan: Monitor terus menerus")

elif bandwidth > 50:

    print(" STATUS: NORMAL")

    print("Tindakan: Operasi biasa")

else:

    print("📊 STATUS: RENDAH")

    print("Tindakan: Optimalisasi jaringan")

Program 2: Penentu Jenis Jaringan Berdasarkan Jarak

python

print("=== PENENTU JENIS JARINGAN ===")

jarak = float(input("Masukkan jarak (meter): "))

 

if jarak <= 100:

    print("Rekomendasi: Jaringan LAN (Local Area Network)")

    print("Teknologi: Ethernet, Wi-Fi")

elif jarak <= 5000:

    print("Rekomendasi: Jaringan MAN (Metropolitan Area Network)")

    print("Teknologi: Microwave, Fiber Optic")

else:

    print("Rekomendasi: Jaringan WAN (Wide Area Network)")

    print("Teknologi: Satellite, Leased Line")

4.2 Program untuk Tata Busana

Program 1: Penentu Ukuran Baju

python

print("=== SISTEM PENENTU UKURAN BAJU ===")

print("Silakan masukkan pengukuran tubuh:")

 

lingkar_dada = float(input("Lingkar dada (cm): "))

lingkar_pinggang = float(input("Lingkar pinggang (cm): "))

tinggi_badan = float(input("Tinggi badan (cm): "))

 

print("\n=== HASIL ANALISIS ===")

 

# Analisis berdasarkan lingkar dada

if lingkar_dada < 85:

    ukuran_dada = "XS"

elif lingkar_dada < 90:

    ukuran_dada = "S"

elif lingkar_dada < 100:

    ukuran_dada = "M"

elif lingkar_dada < 110:

    ukuran_dada = "L"

else:

    ukuran_dada = "XL"

 

# Analisis berdasarkan tinggi

if tinggi_badan < 155:

    kategori_tinggi = "Pendek"

elif tinggi_badan < 170:

    kategori_tinggi = "Sedang"

else:

    kategori_tinggi = "Tinggi"

 

print(f"Ukuran berdasarkan dada: {ukuran_dada}")

print(f"Kategori tinggi: {kategori_tinggi}")

print(f"\nSaran pola: Gunakan pola ukuran {ukuran_dada} dengan penyesuaian untuk {kategori_tinggi}")

Program 2: Kalkulator Kebutuhan Kain

python

print("=== KALKULATOR KEBUTUHAN KAIN ===")

jenis_pakaian = input("Jenis pakaian (Kemeja/Celana/Gaun): ").lower()

ukuran = input("Ukuran (S/M/L/XL): ").upper()

 

# Percabangan berdasarkan jenis pakaian

if jenis_pakaian == "kemeja":

    if ukuran == "S":

        kebutuhan_kain = 1.2

    elif ukuran == "M":

        kebutuhan_kain = 1.5

    elif ukuran == "L":

        kebutuhan_kain = 1.8

    else:  # XL

        kebutuhan_kain = 2.0

    satuan = "meter"

   

elif jenis_pakaian == "celana":

    if ukuran == "S":

        kebutuhan_kain = 1.0

    elif ukuran == "M":

        kebutuhan_kain = 1.2

    elif ukuran == "L":

        kebutuhan_kain = 1.5

    else:  # XL

        kebutuhan_kain = 1.8

    satuan = "meter"

   

elif jenis_pakaian == "gaun":

    if ukuran == "S":

        kebutuhan_kain = 2.5

    elif ukuran == "M":

        kebutuhan_kain = 3.0

    elif ukuran == "L":

        kebutuhan_kain = 3.5

    else:  # XL

        kebutuhan_kain = 4.0

    satuan = "meter"

else:

    kebutuhan_kain = 0

    satuan = ""

    print("Jenis pakaian tidak dikenali")

 

if kebutuhan_kain > 0:

    print(f"\nKebutuhan kain untuk {jenis_pakaian} ukuran {ukuran}:")

    print(f"➡️ {kebutuhan_kain} {satuan}")

    print(f"➡️ Tambahkan 0.5 {satuan} untuk kelonggaran")

4.3 Program untuk Otomotif Sepeda Motor

Program 1: Sistem Diagnosa Mesin

python

print("=== SISTEM DIAGNOSA MESIN MOTOR ===")

print("Silakan masukkan parameter kendaraan:")

 

suhu_mesin = float(input("Suhu mesin (°C): "))

tekanan_oli = float(input("Tekanan oli (bar): "))

tegangan_aki = float(input("Tegangan aki (volt): "))

 

print("\n=== HASIL DIAGNOSA ===")

 

# Analisis suhu mesin

if suhu_mesin > 110:

    status_suhu = "🚨 KRITIS - Segera matikan mesin!"

elif suhu_mesin > 95:

    status_suhu = "⚠️ TINGGI - Periksa sistem pendingin"

elif suhu_mesin > 80:

    status_suhu = " NORMAL"

else:

    status_suhu = "❄️ RENDAH - Mesin belum mencapai suhu optimal"

 

# Analisis tekanan oli

if tekanan_oli > 4.0:

    status_oli = "⚠️ Terlalu tinggi - Periksa filter"

elif tekanan_oli >= 2.5:

    status_oli = " Normal"

else:

    status_oli = "🚨 Terlalu rendah - Tambah oli segera!"

 

# Analisis tegangan aki

if tegangan_aki > 13.5:

    status_aki = " Terlalu tinggi - Periksa regulator"

elif tegangan_aki >= 12.5:

    status_aki = " Normal"

else:

    status_aki = "🔋 Rendah - Charge atau ganti aki"

 

print(f"1. Suhu Mesin: {status_suhu}")

print(f"2. Tekanan Oli: {status_oli}")

print(f"3. Tegangan Aki: {status_aki}")

 

# Rekomendasi keseluruhan

if "KRITIS" in status_suhu or "rendah" in status_oli or "Rendah" in status_aki:

    print("\n🚨 REKOMENDASI: Bawa ke bengkel segera!")

else:

    print("\n REKOMENDASI: Kendaraan dalam kondisi baik")

Program 2: Kalkulator Servis Berkala

python

print("=== KALKULATOR JADWAL SERVIS ===")

km_terakhir = float(input("KM servis terakhir: "))

km_sekarang = float(input("KM saat ini: "))

jenis_motor = input("Jenis motor (Bebek/Sport/Matic): ").lower()

 

# Hitung selisih KM

selisih_km = km_sekarang - km_terakhir

 

print(f"\nSelisih KM sejak servis terakhir: {selisih_km} km")

 

# Rekomendasi berdasarkan jenis motor

if jenis_motor == "bebek":

    interval_servis = 2000

elif jenis_motor == "sport":

    interval_servis = 2500

elif jenis_motor == "matic":

    interval_servis = 3000

else:

    interval_servis = 2500

    print("Jenis motor tidak spesifik, menggunakan interval standar")

 

# Tentukan kebutuhan servis

if selisih_km >= interval_servis:

    print(f"\n🚨 PERINGATAN!")

    print(f"Sudah {selisih_km} km sejak servis terakhir")

    print(f"Interval servis {jenis_motor}: {interval_servis} km")

    print("➡️ Lakukan servis segera!")

   

    # Tentukan jenis servis berdasarkan KM

    if selisih_km >= interval_servis * 2:

        print("Jenis servis: SERVIS BESAR")

        print("Termasuk: Ganti oli, filter, tune-up, periksa rem")

    else:

        print("Jenis servis: SERVIS RINGAN")

        print("Termasuk: Ganti oli dan pemeriksaan umum")

       

else:

    km_menuju_servis = interval_servis - selisih_km

    print(f"\n Kendaraan masih dalam interval servis")

    print(f"Servis berikutnya dalam: {km_menuju_servis} km")

    print(f"Perkiraan: {km_menuju_servis/50:.0f} hari lagi (asumsi 50 km/hari)")