Senin, 25 Januari 2021

soal, Materi dan referensi jawaban Bimtek Guru Belajar seri AKM Asesmen Numerasi

 Memasuki tahap selanjutnya dari Bimtek Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum SD yaitu Tahap Asesmen Numerasi


Tahap Asesmen Numerasi Tingkat SD ini merupakan tahap ke 6 (enam) dari Rincian Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum .

Adapun materi untuk Bimtek Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum  Tahap Asesmen Numerasi  terdiri sebagai berikut:
  1. Konsep Numerasi
  2. Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi
  3. Menganalisis Tahap Asesmen Numerasi
  4. Contoh Butir Soal Asesmen Numerasi
  5. Latihan Membuat Soal Asesmen Numerasi
  6. Latihan Membuat Soal Asesmen Numerasi
  7. Perayaan Belajar dan Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi
  8. Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi
Untuk itu simak catatan materi sebelum menuju ke Soal dan Referensi Jawaban Bimtek Guru Belajar seri AKM  Tahap Asesmen Numerasi .



Konsep Numerasi

Numerasi termasuk dalam kompetensi yang paling mendasar yang ingin dievaluasi dalam Asesmen Kompetensi Minimum.

Numerasi merupakan suatu kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan disposisi yang dibutuhkan siswa untuk menggunakan matematika dalam cakupan dan situasi yang lebih luas.

Numerasi menuntut siswa untuk mengenali dan memahami peran matematika di dunia, memiliki disposisi dan kapasitas untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.

Secara umum kompetensi numerasi ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bernalar, mengambil keputusan yang tepat, dan memecahkan masalah. Kemampuan ini dalam penerapannya terkait dengan mata pelajaran lain yang siswa pelajari.
 


Mengenal Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi

Pada topik ini Bapak dan Ibu guru akan mempelajari lebih jauh mengenai Asesmen Numerasi yang berlaku untuk Asesmen Kompetensi Minimum yang akan diberikan pada siswa.

Pada Numerasi, konten dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu: Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar.  Kemudian, tingkat proses kognitif menunjukkan proses berpikir yang dituntut atau diperlukan untuk dapat menyelesaikan masalah atau soal. Pada Numerasi, ketiga level tersebut adalah pemahaman, penerapan, dan penalaran.

Sedangkan konteks menunjukkan aspek kehidupan atau situasi untuk konten yang digunakan. Konteks pada AKM dibedakan menjadi tiga, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.

Simak infografis Komponen AKM Numerasi berikut ini:


Menganalisis Tahap Asesmen Numerasi

Pada jenjang SD/MI terdapat 3 level pembelajaran. Pada level 1 terdapat 3 konten yang dipelajari yakni, bilangan, geometri dan pengukuran serta aljabar. Sedangkan pada level 2-3 terdapat 4 konten yakni, bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar, dan data dan ketidak pastian.

Pada level pembelajaran 1 untuk kelas 2, siswa akan belajar merepresentasi, mengurutkan dan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Siswa akan mengenal bangun geometri dan pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan bilangan serta relasi dan fungsi bilangan. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut. 🔎 Level Pembelajaran 1 Numerasi.

Pada level pembelajaran 2 untuk kelas 4, siswa akan belajar merepresentasi, mengurutkan dan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dengan bilangan bulat ataupun desimal. Siswa akan mengenal bangun geometri dan pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan bilangan, relasi dan fungsi bilangan, juga rasio dan proporsi. Pada level ini siswa juga akan mempelajari data dengan representasinya serta ketidakpastian dan peluang. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut. 🔎 Level Pembelajaran 2 Numerasi.

Pada level pembelajaran 3 untuk kelas 6, siswa akan belajar merepresentasi, mengurutkan dan operasi penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian dengan bilangan bulat ataupun desimal. Siswa akan mengenal bangun geometri dan pengukurannya. Selain itu siswa juga akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan bilangan, relasi dan fungsi bilangan, juga rasio dan proporsi. Pada level ini siswa juga akan mempelajari data dengan representasinya. Bapak dan Ibu juga dapat melihat penjelasan yang lebih lengkap melalui link berikut. 🔎 Level Pembelajaran 3 Numerasi.

Contoh Butir Soal Asesmen Numerasi

Pada topik ini, Bapak dan Ibu selaku peserta Bimtek Guru Belajar seri AKM  Tahap Asesmen Numerasi  akan mengenal contoh-contoh butir asesmen numerasi.

Level Pembelajaran 1 Numerasi.

  1. Memahami bilangan cacah (maks tiga angka).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 1.
  2. Memahami pecahan satuan sederhana (1/2, 1/3, 1/4, 1/5).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 1.
  3. Mengenal garis bilangan dan mengetahui posisi bilangan cacah pada garis bilangan.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 1.
  4. Membandingkan dua bilangan cacah (maks. tiga angka).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 1.
  5. Menghitung hasil penjumlahan/ pengurangan dua bilangan cacah (maks. tiga angka).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 1.
  6. Menentukan beberapa (maks. 5) kelipatan suatu bilangan cacah n dengan n < 10.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 1.
  7. Mengenal segi empat, segitiga, segi banyak, dan lingkaran.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 7 level 1.
  8. Mengenal balok dan kubus.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 8 level 1.
  9. Mengenal satuan baku untuk panjang (cm, m), berat (gr, kg), waktu (detik, menit, jam) dan volume (liter).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 9 level 1.
  10. Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi penjumlahan/pengurangan saja (dalam bentuk yang ramah bagi anak).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 10 level 1.
  11. Mengenali pola gambar atau objek.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 11 level 1.

Level Pembelajaran 2 Numerasi untuk kelas 4.

  1. Memahami pecahan dan pecahan campuran positif dengan penyebut bilangan satu atau dua angka (misal 5/12, 2⅗).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 2.
  2. Mengetahui posisi pecahan pada garis bilangan.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 2.
  3. Membandingkan dua pecahan, termasuk membandingkan pecahan dan bilangan cacah.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 2.
  4. Menghitung hasil penjumlahan/pengurangan/perkalian/pembagian dua bilangan cacah (maks. enam angka), termasuk menghitung kuadrat dari suatu bilangan cacah (maks. tiga angka).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 2.
  5. Menentukan KPK, faktor suatu bilangan cacah, dan FPB.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 2.
  6. Menghitung luas persegi panjang bila diketahui panjang dan lebarnya, dan menghitung panjang atau lebar bila diketahui luas dan salah satu sisinya.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 2.
  7. Mengenal prisma dan tabung.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 7 level 2.
  8. Mengenal dan menggunakan satuan luas (cm2, m2) dan volume (cm3, m3).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 8 level 2.
  9. Menyelesaikan persamaan sederhana menggunakan operasi perkalian/pembagian saja.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 9 level 2.
  10. Mengenali pola bilangan sederhana dan melanjutkan pola tersebut.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 10 level 2.
  11. Memahami cara penyajian data sederhana (menggunakan turus dan diagram gambar).
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 11 level 2.
  12. Menentukan kejadian yang lebih mungkin di antara beberapa kejadian.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 12 level 2.

Level Pembelajaran 3 Numerasi untuk kelas 6.

  1. Memahami bilangan bulat, khususnya bilangan bulat negatif.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 1 level 3.
  2. Menyatakan bilangan desimal dengan dua angka di belakang koma dan persentase dalam bentuk pecahan, atau sebaliknya.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 2 level 3.
  3. Mengetahui posisi bilangan desimal dengan dua angka di belakang koma pada garis bilangan serta posisi bilangan bulat termasuk bilangan bulat negatif.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 3 level 3.
  4. Mengurutkan beberapa bilangan yang dinyatakan dalam bentuk berbeda.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 4 level 3.
  5. Menghitung hasil pengoperasian pecahan atau bilangan desimal, termasuk menghitung kuadrat dan kubik dari suatu bilangan desimal dengan satu angka di belakang koma serta operasi bilangan bulat termasuk bilangan bulat negatif.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 5 level 3.
  6. Menghitung luas bangun datar.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 6 level 3.
  7. Mengenal limas, kerucut, dan bola.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 7 level 3.
  8. Mengenal dan menggunakan satuan kecepatan dan debit.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 8 level 3.
  9. Menyelesaikan persamaan linier 1 variabel.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 9 level 3.
  10. Menentukan suku ke-n pada suatu pola bilangan sederhana.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 10 level 3.
  11. Menggunakan rasio/skala untuk menentukan nilai/bilangan yang tidak diketahui.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 11 level 3.
  12. Membaca data yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran.
    Simak contoh-contoh soal kompetensi melalui tautan berikut: Contoh-contoh butir soal kompetensi 12 level 3.

Latihan Membuat Soal Asesmen Numerasi

Dari penjelasan pada aktivitas-aktivitas diatas, dapat disimpulkan bahwa butir-butir soal asesmen numerasi AKM melibatkan proses penalaran yang tidak dapat dipersiapkan melalui program bimbingan belajar intensif yang berfokus pada latihan-latihan soal saja.

Proses penalaran siswa justru perlu lebih banyak dikembangkan dan dipupuk melalui strategi pembelajaran di kelas.

Pada aktivitas ini, Bapak dan Ibu akan berlatih membuat butir soal numerasi yang akan membantu siswa Anda untuk berlatih menggunakan kompetensi numerasi untuk bernalar dalam pembelajaran di kelas.
  1. Pertama, pahami kompetensi numerasi siswa yang Anda ampu. Dari situ Anda dapat memilih kasus yang sesuai. Misalnya, dari kedua gambar berikut ini manakah yang paling sesuai dengan level yang anda ampu, Apakah gambar 1, atau gambar 2? Jelaskan.
  2. Kedua, setelah memilih kasus sesuai dengan level kompetensi siswa yang Anda ampu, pilihlah salah satu kompetensi yang ingin Anda kembangkan dan evaluasi. 
  3. Ketiga, dari kompetensi numerasi tersebut, cobalah membuat 3 buah soal dengan bentuk yang berbeda-beda berdasarkan gambar yang Anda pilih tadi.
Pertanyaan-pertanyaan yang dikembangkan atas dasar kompetensi, bukan hafalan materi semata, memberikan kesempatan pada siswa untuk terus mengembangkan kemampuan dasar numerasinya dalam penalaran.
  • Pertanyaan
  • Sekarang Bapak dan Ibu dapat menuliskan contoh soal yang telah dibuat pada kuis berikut ini.
  • Referensi Jawaban Pertanyaan
  • Desi ingin mengambil beberapa kartu bilangan yang nilai angka satuannya lebih kecil dari 5. Kartu-kartu apa saja yang dapat diambil oleh Desi?

Perayaan Belajar dan Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi

Pada tahap ini peserta diwajibkan menjawab kuis Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi agar dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Soal dan Referensi Jawaban kuis Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi

  • Pertanyaan
    Menurut Anda, apa informasi penting yang Anda peroleh setelah mempelajari materi pada topik Butir Soal Asesmen Numerasi Pendidikan Dasar? Apakah komptensi numerasi cukup dikembangkan dengan banyaknya latihan soal matematika? Silakan tulis refleksi Anda pada kolom yang tersedia
  • Referensi Jawaban Pertanyaan
    Menurut Anda, apa informasi penting yang Anda peroleh setelah mempelajari materi pada topik Butir Soal Asesmen Numerasi Pendidikan Dasar?
    Jawab: Siswa dapat mengenali dan memahami peran matematika di dunia, memiliki disposisi dan kapasitas untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.

    Apakah komptensi numerasi cukup dikembangkan dengan banyaknya latihan soal matematika?
    Jawab: Tidak. Kompetensi numerasi ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bernalar, mengambil keputusan yang tepat, dan memecahkan masalah. Kemampuan ini dalam penerapannya terkait dengan mata pelajaran lain yang siswa pelajari.

Copy kemudian paste Referensi Jawaban Pertanyaan seperti contoh pada gambar dibawah ini jika menurut Anda sudah sesuai sebagaimana pada gambar berikut ini.



Dengan selesainya tahap Perayaan Belajar dan Refleksi Topik 4: Asesmen Numerasi pada  Bimtek Guru Belajar seri AKM SD Tahap Asesmen Numerasi , maka pada tahap ini Bapak dan Ibu selaku peserta sudah berhasil menyelesaikan tahap tersebut.

Bapak dan Ibu selaku peserta akan diarahkan ke tahap selanjutnya yaitu: Tindak Lanjut Laporan Hasil Asesmen Kompetensi Minimum

Jawaban Soal Asesmen Pra Program Bimtek Guru Belajar Seri AKM


 

1.     Pernyataan yang benar mengenai Asesmen Nasional yaitu….

o   Digunakan sebagai dasar perbaikan kualitas pembelajaran

o   Digunakan sebagai penilaian untuk penentuan nilai individu

o   Diberikan di akhir jenjang sebagai penentuan kelulusan siswa

o   Diberikan untuk menilai prestasi pendidikan setiap daerah

Asesmen Nasional diberikan untuk mengukur kualitas pembelajaran di setiap satuan pendidikan, bukan untuk mengukur capaian hasil belajar siswa.

2.     Dalam Asesmen Nasional pemetaan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah dilakukan melalui….

o   Survei karakter

o   Survei lingkungan belajar

o   Asesmen Kompetensi Minimum

o   Survei kualitas sekolah

Survei lingkungan belajar dilakukan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran

3.     Salah satu instrumen Asesmen Nasional adalah survei karakter. Dalam pelaksanaannya survei karakter memiliki tujuan utama yaitu….

o   Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim di sekolah yang menunjang pembelajaran siswa

o   Mengukur hasil belajar non kognitif menyangkut sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai pancasila

o   pancasila Mengukur hasil belajar secara kognitif melalui kompetensi dasar literasi membaca dan numerasi

o   Mengukur kemampuan akademik siswa dilihat dari nilai akhir siswa sebagai penentu kualitas sekolah

Survei karakter dirancang untuk mengukur capaian siswa  dari hasil belajar sosial-emosional yang mencakup  karakter (sifat, kebiasaan, dan nilai-nilai pancasila).

4.     Perbedaan Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional adalah….

o   Ujian Nasional dilakukan pada siswa kelas V, VII, dan XI sedangkan Asesmen Nasional untuk tingkat akhir

o   Ujian Nasional dilakukan selama 1 minggu sedangkan Asesmen Nasional dilakukan selama 4 hari

o   Ujian Nasional dilakukan pada semua siswa sedangkan Asesmen Nasional pada siswa sampel

o   Ujian Nasional dilakukan secara daring, luring, dan blended sedangkan Asesmen Nasional dilakukan secara daring

Siswa yang mengikuti Asesmen Nasional adalah siswa pada tingkat kelas 5, 8, dan 11, dan tidak dilakukan pada semua siswa, sedangkan ujian nasional diwajibkan bagi semua siswa pada tingkat akhir.

Asesmen Nasional dilakukan selama 2 hari sedangkan ujian nasional dilakukan 4 hari

5.     Pernyataan yang tepat mengenai ragam butir soal yang digunakan dalam Asesmen Kompetensi Minimum yaitu….

o   Jumlah butir soal yang diujikan pada semua setiap jenjang sama yaitu sejumlah 30 soal

o   Semua siswa pada setiap jenjang pendidikan akan mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan sama

o   Soal asesmen terdiri atas pilihan ganda, menjodohkan, isian singkat, dan uraian

o   Kompetensi mendasar yang dipelajari setiap siswa berbeda sesuai dengan peminatannya

Siswa pada jenjang SD/MI akan diberikan 30, sedangkan siswa jenjang SMP/MTS dan SMA/SMK/MA akan diberikan 36 soal

AKM dilaksanakan secara adaptif, sehingga setiap siswa akan menempuh soal yang sesuai dengan kemampuan siswa itu sendiri.

AKM mengukur kompetensi mendasar yang perlu dipelajari semua siswa tanpa membedakan peminatannya.

6.     Dalam pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), konten dalam literasi membaca mencakup….

o   Teks informasi dan teks fiksi

o   Teks prosedur dan teks prosedur kompleks

o   Teks observasi dan teks deskripsi

o   Teks wacana dan teks argumentasi

Dalam pelaksanaan AKM konten literasi terdiri atas teks fiksi (cerita) dan teks informasi (berisi informasi fakta).

7.     Kompetensi minimum yang dimaksudkan dalam AKM adalah….

o   Kompetensi dasar siswa untuk mempelajari materi apapun

o   Kompetensi dasar yang harus dimiliki sekolah

o   Kompetensi matematika dan Bahasa Indonesia siswa

o   Kompetensi minimal setara yang harus dimiliki siswa

Dalam penilaiannya asesmen literasi dan numerasi, mengukur konten tertentu yang didasarkan pada kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa untuk mempelajari materi apapun.

8.     Asesmen Kompetensi Minimum dan Ujian Nasional memiliki beberapa perbedaan termasuk dalam konteks soal. Dari pernyataan berikut manakah yang menunjukkan ciri-ciri soal Asesmen Kompetensi Minimum?

o   Konteks masalah yang diberikan bersifat rutin dan sederhana

o   Soal bersifat relevan dengan dunia nyata dan aplikatif

o   Soal mengacu pada penyelesaian sesuai konsep yang dipelajari

o   Dalam soal teks yang disajikan pendek namun kurang mendalam

Asesmen Kompetensi Minimum melihat bagaimana siswa mampu mengaplikasikan konten pembelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga konteks soal yang diberikan harus relevan dengan dunia nyata. Sedangkan Ujian Nasional memberikan soal yang lebih menekankan pada bagaimana penguasaan konten untuk mengerjakan soal yang diberikan.

9.     Manakah dalam pernyataan berikut yang merupakan kelebihan dari Asesmen Kompetensi Minimum dibandingkan dengan soal Ujian Nasional?

o   Mutu pendidikan diukur dari penilaian konten yang esensial pada mata pelajaran tertentu

o   Penentuan dan pemetaan kemampuan siswa untuk dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya

o   Kemampuan kognitif menjadi hal utama sehingga lebih menekankan pada penguasaan materi

o   Menekankan pada penguasaan kompetensi, dan penerapannya dalam berbagai konteks kehidupan

Asesmen Kompetensi Minimum menekankan pada penguasaan kompetensi dan pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan Kompetensi yang diukur pada Ujian Nasional sudah sampai pada level interpretasi (pemahaman) namun kurang mengevaluasi maupun merefleksi.

10.  Dari yang sudah dipelajari mengenai Asesmen Kompetensi Minimum maka dapat disimpulkan bahwa….

o   Asesmen Kompetensi Minimum akan mempengaruhi penyelenggaraan kegiatan kelulusan siswa

o   Dengan Asesmen Kompetensi Minimum sekolah tidak lagi melaksanakan Ujian Sekolah (US)

o   Hasil Asesmen Kompetensi Minimum untuk mengevaluasi di berbagai aspek pembelajaran

o   Asesmen Kompetensi Minimum dilakukan juga untuk mengukur penguasaan siswa terhadap konten

Hasil pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum untuk mengevaluasi berbagai bidang pembelajaran. Asesmen Kompetensi Minimum  tidak dilakukan  untuk penentuan kelulusan siswa, dan bukan untuk mengukur penguasaan konten tetapi mengukur kemampuan bernalar siswa.  Meskipun telah dilaksanakan asesmen, ujian sekolah tetap akan dilaksanakan.

11.  Dilakukan pada berapa levelkah asesmen literasi pada jenjang SMA/MA/SMK?

o   1 level pembelajaran

o   2 level pembelajaran

o   3 level pembelajaran

o   4 level pembelajaran

Pada jenjang SMA/SMK/MA terdapat 2 level pembelajaran yaitu level 1 (kelas 10) dan level 2 (kelas 11 dan 12).

12.  Guru Ina mengajarkan mengenai memahami dan menggunakan sifat-sifat peluang kejadian, hal ini termasuk dalam konten numerasi yaitu….

o   Bilangan

o   Pengukuran dan geometri

o   Aljabar

o   Data dan ketidakpastian

Sifat-sifat peluang dan kejadian merupakan bagian dari konten peluang dan ketidakpastian

13.  Guru Wahyu memberikan sebuah teks sastra kepada siswanya. Setelah itu Guru Wahyu meminta siswanya menjelaskan ide pokok dan ide pendukung pada bacaan tersebut, hal ini merupakan salah satu bagian dari kemampuan kognitif literasi yaitu….

o   Menemukan informasi

o   Memahami informasi

o   Menyusun inferensi

o   Mengevaluasi dan merefleksi

Kegiatan menjelaskan, menganalisis, menyimpulkan dan membandingkan merupakan bagian dari memahami sebuah bacaan

14.  Dijenjang SMA/MA/SMK, asesmen numerasi pada dilakukan pada….

o   1 level pembelajaran

o   2 level pembelajaran

o   3 level pembelajaran

o   4 level pembelajaran

Pada jenjang SMA/SMK/MA terdapat 1 level pembelajaran (kelas 10).

15.  Manakah diantara materi berikut yang diujikan pada Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi pada tingkat SMA/SMK/MA?

o   Memahami bilangan cacah

o   Memahami sifat-sifat bangun datar dan hubungan antara bangun datar

o   Menyelesaikan pertaksamaan linier satu variabel atau persamaan linier dua variabel

o   Memahami barisan aritmatika dan geometri

Jawaban a, b, dan c diujikan pada tingkat SMP/MTs

16.  Pada asesmen literasi SMA/SMK/MA, manakah kegiatan yang termasuk dalam konten menemukan informasi?

o   Menjelaskan ide pokok dan beberapa ide pendukung pada teks sastra atau teks informasi

o   Menilai kualitas teks informasi berdasarkan pengalaman pribadinya dalam membaca teks

o   Menyimpulkan perubahan, kejadian, prosedur, gagasan atau konsep di dalam teks informasi atau teks sastra

o   Mengidentifikasi kata kunci yang efektif untuk menemukan sumber informasi yang relevan pada teks sastra atau teks informasi

Dalam konten menemukan, kata kunci yang digunakan adalah mengakses, mencari, mengidentifikasi dan memilih

17.  Pernyataan yang tepat mengenai Asesmen Kompetensi Minimum di tingkat SMA/SMK/MA adalah….

o   Soal yang diberikan berjumlah 36 soal literasi

o   Siswa yang mengikuti berjumlah 30 orang

o   Siswa yang mengikuti tes diambil dari kelas 10

o   Soal numerasi yang diberikan berjumlah 32 soal

Untuk jenjang SMA/SMK/MA, jumlah soal yang diberikan adalah 36 soal numerasi dan 36 soal literasi, siswa yang mengikuti tes diambil dari kelas 11 dan  berjumlah 45 orang.

18.  Manakah diantara kegiatan berikut ini yang menunjukkan hubungan antara numerasi dengan mata pelajaran PJOK tingkat SMA/SMK/MA?

o   Memperkirakan berapa kalori yang dibakar untuk kegiatan fisik tertentu

o   Membandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi di berbagai era Presiden Indonesia

o   Membuat grafik penggunaan air pribadi dan membandingkannya dengan ketersediaan air di berbagai daerah di Indonesia

o   Mengestimasi pertumbuhan makhluk hidup dan menyatakan prediksi dengan membuat bagan

Pilihan jawaban (a) memperkirakan kalori adalah keterkaitan antara numerasi dan PJOK, pilihan jawaban (b) adalah keterkaitan numerasi dan PKN, pilihan jawaban (c) keterkaitan numerasi dan IPS, dan pilihan jawaban (d) keterkaitan  numerasi dan IPA.

19.  Asesmen literasi pada jenjang SMA/SMK/MA terdiri atas 2 level pembelajaran. Manakah pernyataan yang tepat mengenai level pembelajaran dan isi konten pembelajaran?

o   Pada level pembelajaran 1 siswa akan siswa akan mengakses dan mencari informasi, memahami teks secara literal dan menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak. Menilai format penyajian dalam teks dan merefleksi asumsi, ideologi, atau nilai yang terkandung dari teks sastra atau teks informasi untuk memahami cara pandang penulis.

o   Pada level pembelajaran 1 siswa akan memahami teks secara literal dan menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak. Menilai format penyajian dalam teks dan merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan mengaitkan isi teks terhadap pengalaman pribadi.

o   Pada level pembelajaran 2 siswa akan mengakses dan mencari informasi, memahami teks secara literal dan menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak. Menilai format penyajian dalam teks dan merefleksi isi wacana untuk pengambilan keputusan, menetapkan pilihan, dan menjustifikasikan pendapat orang lain berdasarkan isi teks.

o   Pada level pembelajaran 2 siswa akan siswa akan mengakses dan mencari informasi, memahami teks secara literal dan menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak. Menilai format penyajian dalam teks dan merefleksi asumsi, ideologi, atau nilai yang terkandung dari teks sastra atau teks informasi untuk memahami cara pandang penulis.

Pada jenjang SMA/SMK/MA level pembelajaran pada asesmen literasi memiliki konten yang sama hanya dibedakan berdasarkan tingkat kesulitan yang sesuai dengan jenjangnya. Salah satunya adalah mengenai konten evaluasi dan refleksi, jika pada level 1 siswa diminta untuk menjustifikasikan pendapat orang lain berdasarkan isi teks informasi maupun sastra sedangkan pada level 2 siswa diminta merefleksi asumsi, ideologi, atau nilai yang terkandung dari teks sastra atau teks informasi untuk memahami cara pandang penulis.

20.  Bagaimana peran Asesmen Kompetensi Minimum pada jenjang SMA/SMK/MA dapat mempengaruhi kelulusan siswa?

o   Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian yang nantinya akan menjadi penentu kelulusan siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi

o   Asesmen Kompetensi Minimum mendorong perbaikan mutu pembelajaran, namun kelulusan siswa akan diukur melalui ujian sekolah

o   Asesmen Kompetensi Minimum menggantikan peran Ujian Nasional sehingga tidak ada penilaian lain untuk penentu kelulusan siswa

o   Asesmen Nasional memetakan sekolah yang bermutu untuk mengirimkan siswa ke perguruan tinggi

Asesmen Kompetensi Minimum dilakukan bukan untuk menilai prestasi siswa namun untuk mengevaluasi mutu pembelajaran. Asesmen Kompetensi Minimum diharapkan dapat mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar siswa. Di akhir jenjang siswa tetap akan mengikuti ujian nasional yang menentukan kelulusan siswa sehingga Asesmen Kompetensi Minimum dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar bukan mengukur hasil belajar.

21.  Salah satu ciri pembelajaran berbasis kompetensi adalah….

o   Berpusat pada materi pembelajaran

o   Belajar untuk cakupan materi

o   Belajar untuk pemahaman konsep dan keterampilan

o   Berorientasi pada nilai akhir

Pada pembelajaran berbasis kompetensi, siswa diharapkan memiliki penguasaan konsep, keterampilan dan pengetahuan sebagai proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis kompetensi berpusat pada kebutuhan dan berorientasi pada proses  dan penguasaan kompetensi.

22.  Berikut adalah beberapa pernyataan mengenai pembelajaran berbasis konten dan pembelajaran berbasis kompetensi:

o   Menunjukkan kinerja dengan menerapkan konsep

o   Pembelajaran terkait dengan konteks kehidupan nyata siswa

o   Belajar untuk cakupan materi yang harus dikuasai

o   Berorientasi pada konteks dan penguasaan kompetensi 

o   Berorientasi pada nilai akhir

o   Menjawab serangkaian pertanyaan topik berdasarkan teks Manakah pernyataan yang menunjukkan pembelajaran berbasis konten?

o   1), 3), 5)

o   2), 4), 5)

o   3), 5), 6)

o   1), 4), 6)

Pernyataan nomor 1, 2, dan 4 menunjukkan karakteristik pembelajaran berbasis kompetensi, sedangkan pernyataan nomor 3, 5, dan 6, menunjukkan karakteristik pembelajaran berbasis konten.

23.  Dari hasil AKM ditemukan bahwa siswa mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam maka siswa tersebut dapat dikategorikan dalam kelompok….

o   Perlu intervensi khusus

o   Dasar

o   Cakap

o   Mahir

Siswa dikategorikan ‘cakap’ apabila mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam konteks yang lebih beragam sedangkan kategori ‘mahir’  jika mampu bernalar untuk menyelesaikan masalah berdasarkan konsep literasi mau pun numerasi yang dimilikinya.

24.  Guru Cleo memberikan soal teks dan ditemukan siswa mampu mengintegrasikan beberapa informasi teks pada bacaan yang berbeda maka siswa tersebut dapat dikategorikan dalam kelompok….

o   Perlu intervensi khusus

o   Dasar

o   Cakap

o   Mahir

Siswa dikategorikan ‘mahir’ apabila mampu mengintegrasikan beberapa informasi lintas teks; mengevaluasi isi, kualitas, cara penulisan suatu teks, dan bersikap reflektif terhadap isi teks.

25.  Bagaimana keterkaitan antara Asesmen Kompetensi Minimum dengan standar kurikulum secara keseluruhan?

o   Asesmen Kompetensi Minimum terikat secara erat dengan konten kurikulum

o   Asesmen Kompetensi Minimum mengukur penguasaan siswa atas konten kurikulum secara keseluruhan

o   Asesmen Kompetensi Minimum memperhatikan apa yang seharusnya diajarkan oleh guru pada tiap kelas

o   Asesmen Kompetensi Minimum terlepas dari keseluruhan kurikulum sekolah

Asesmen Kompetensi Minimum tidak terikat erat dengan konten kurikulum. Namun, dari sisi konten, memperhatikan apa yang (seharusnya) diajarkan oleh guru pada tiap kelas dan jenjang pendidikan.

26.  Soal dalam asesmen literasi menggunakan proses kognitif yang lebih baik dibandingkan Ujian Nasional karena terdapat proses baru yaitu….

o   Mencari, mengakses, serta menemukan informasi dari bacaan

o   Memahami informasi tersirat maupun tersurat dari bacaan

o   Memadukan interpretasi (pemahaman) pada bagian teks untuk menghasilkan kesimpulan

o   Mengevaluasi dan merefleksikan isi teks dengan hal lain diluar teks maupun pengalamannya

Kompetensi yang diukur pada Ujian Nasional sudah sampai pada level interpretasi (pemahaman) namun belum sampai pada tahap mengevaluasi maupun merefleksi isi teks. Hal ini baru diterapkan pada Asesmen Kompetensi Minimum.

27.  Bagaimana hasil Asesmen Kompetensi Minimum (literasi dan numerasi) dapat digunakan untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas terhadap pembelajaran lain?

o   Menyesuaikan pembelajarannya sesuai tingkat kompetensi siswa

o   Melakukan penilaian mandiri untuk mata pelajaran lain

o   Menyusun pembelajaran sesuai konten materi pada asesmen

o   Menyesuaikan pembelajaran dengan tingkat kompetensi terendah siswa

Fokus asesmen adalah kompetensi berpikir sehingga hasil pengukuran tidak sekedar mencerminkan prestasi akademik pelajaran Bahasa Indonesia dan matematika saja. Literasi dan numerasi justru bisa dan seharusnya memang dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran, termasuk IPA, IPS, kewarganegaraan, agama, seni, dan mata pelajaran lainnya.Pelaporan tingkat kompetensi dapat dimanfaatkan guru berbagai mata pelajaran untuk menyusun strategi pembelajaran yang efektif dan berkualitas sesuai dengan tingkat kompetensi siswa.

28.  Dalam asesmen numerasi siswa dituntut untuk bernalar menggunakan konsep matematika dan memberikan solusi yang lebih aplikatif sehingga soal yang diberikan akan mendorong  siswa untuk….

o   Menyelesaikan soal sesuai konsep matematika

o   Mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari

o   Memahami data dalam bentuk tabel maupun grafik

o   Memahami fakta, prosedur, serta alat matematika

Melalui soal AKM, siswa melatih kemampuan bernalar dan mengaplikasikan konsep matematika yang telah dipelajari sehingga mampu menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

29.  Apa tindak lanjut yang dapat diambil oleh sekolah terkait hasil AKM?

o   Memetakan pencapaian siswa dalam AKM yang dapat digunakan untuk seleksi masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi

o   Menyusun dan melaksanakan program pengayaan untuk mendorong prestasi belajar siswa lebih baik lagi

o   Mendorong siswa untuk mendapatkan skor tinggi dan mengesampingkan pelajaran yang tidak relevan dengan AKM

o   Merefleksi hasil AKM dalam pembelajaran sehingga guru-guru dapat membangun kompetensi serta karakter siswa

Seperti yang sering dijelaskan sebelumnya bahwa tujuan Asesmen Nasional bukan untuk memetakan prestasi siswa namun mendorong mutu pendidikan dan peningkatan prestasi siswa sehingga hasil Asesmen Kompetensi Minimum dapat digunakan untuk refleksi dan melakukan perbaikan pembelajaran di sekolah untuk membangun kompetensi dan karakter siswa.

30.  Bagaimana keterkaitan antara pelaksanaan AKM  dan tantangan pembelajaran berbasis kompetensi yang dihadapi guru?

o   Pelaporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum dirancang untuk memberikan informasi mengenai tingkat kompetensi siswa pada kompetensi dasar literasi membaca dan numerasi

o   Pelaporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum berupa nilai yang sejalan dengan karakteristik utama dari pembelajaran berbasis kompetensi yang berfokus capaian hasil akhir berupa nilai

o   Pelaporan Asesmen Kompetensi Minimum akan membantu guru mempersiapkan materi pembelajaran untuk digunakan oleh siswa sesuai dengan pembelajaran berbasis kompetensi

o   Pelaporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum akan memberikan standar penguasaan yang harus dimiliki oleh siswa sehingga semua siswa akan mencapai level mahir bersamaan

Tantangan pembelajaran berbasis kompetensi bagi guru antara lain adalah kemampuan untuk mengidentifikasi tahapan kompetensi dasar siswa termasuk literasi dan numerasi. Laporan hasil AKM dapat membantu memetakan tahapan kompetensi siswa.