Kamis, 04 April 2024

JENIS-JENIS ALAMAT IP

Saat berselancar di internet anda pasti menggunakan perangkat seperti laptop, PC, smartphone, dsb. Tahukah anda bahwa semua perangkat tersebut memiliki IP addressnya sendiri. IP Address adalah hal yang penting dalam komunikasi antara internet dan server web

IP Address yang merupakan singkatan dari internet protocol address adalah serangkaian angka atau huruf yang dimiliki setiap device seperti komputer, ponsel, atau gawai “pintar lainnya yang terhubung melalui jaringan internet maupun jaringan lokal.

Lalu sekarang pertanyaanya, “kok bisa mengakses internet dengan deretan angka-angka tersebut?” 

Jawabanya gampang saja, pada dasarnya setiap web yang Anda kunjungi di internet memiliki IP Addressnya tersendiri, contohnya saja google yang memiliki IP Address 74.125.224.72.

Jadi disaat Anda mengakses sebuah situs, terjadi pertukaran data-data antara situs tersebut dengan device yang Anda gunakan. Sehingga proses itu terjadi berkat adanya IP Address yang menghubungkan device ke jaringan internet.

Kedengarannya sederhana, namun ada banyak jenis alamat IP mulai dari IP Address Publik, IP Address Privat, IP Address Dinamis (Dynamic IP Address), IP Address Statis, IPv4 (IP Address Versi 4), dan IPv6 (IP Address Versi). Semuanya terkadang membingungkan karena memiliki penulisan yang sama. Namun, jenis-jenis IP Address tersebut diperlukan untuk menjalankan fungsi yang berbeda.

 IP Address berfungsi untuk menghubungkan device ke jaringan internet. Namun ternyata kalo kita lihat lebih dalam terdapat dua fungsi lainya yang dimiliki IP Addres, diantaranya:

  • IP Address sebagai identitas alamat perangkat. Fungsi ini sebagai identitas alamat setiap perangkat jaringan yang akan melakukan komunikasi antar perangkat di internet. Sehingga ketika Anda sedang mengakses sebuah situs di internet pemilik situs dapat mengetahui semua IP address yang mengakses situsnya.
  • IP Address sebagai pengirim data ke perangkat. Fungsi ini sebagai alamat pengiriman data ke perangkat. Maksudnya, ketika Anda sedang singgah di sebuah situs, sebenarnya sedang terjadi proses pengunduhan yang dilakukan oleh perangkat terhadap data yang dikirim dari situs yang Anda kunjungi. Nah proses ini terjadi karena berkat adanya IP Address.

Hubungan IP Address dengan Cara Kerja Jaringan Komputer

Cara kerja jaringan komputer melibatkan peran yang penting dari alamat IP. Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan komputer diberikan alamat IP untuk mengidentifikasi dan membedakan satu perangkat dari yang lainnya. Pengertian jaringan komputer adalah kumpulan perangkat yang terhubung satu sama lain melalui jaringan, dan alamat IP adalah komponen kunci dalam menjalankan komunikasi antar perangkat tersebut.

Dalam materi jaringan komputer, alamat IP digunakan untuk mengirim dan menerima data melalui jaringan. Ketika perangkat mengirim data, data tersebut dikemas dengan alamat IP sumber (alamat IP perangkat pengirim) dan alamat IP tujuan (alamat IP perangkat penerima). Melalui alamat IP, data dapat dikirim ke perangkat yang dituju dengan cara yang efisien dan akurat.

Cara kerja jaringan komputer melibatkan proses pengalamatan IP. Setiap perangkat dalam jaringan komputer harus memiliki alamat IP yang unik sehingga dapat dikenali dan diakses oleh perangkat lain. Pengalamatan IP memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi dan saling bertukar data melalui jaringan, baik itu jaringan lokal maupun jaringan internet. Dengan memahami konsep alamat IP dan cara kerja jaringan komputer, kita dapat mengoptimalkan penggunaan jaringan dan memastikan koneksi yang stabil dan aman dalam menjelajahi dunia digital yang semakin terhubung.

8 Jenis IP Address

Selanjutnya kita akan membahas jenis-jenis dari IP Address. IP Address terbagi menjadi dua versi yaitu IPv4 dan IPv6. Kemudian, jenis IP address berdasarkan konsumen dibagi ke dalam empat jenis, yaitu privat, publik, dinamis, dan statis. Selain itu, terdapat juga dua jenis IP address website, yaitu shared (bersama) dan dedicated (khusus). Berikut penjelasan masing-masing dari macam-macam IP Address.

1. IPv4

IPv4 merupakan singkatan dari Internet Protocol version 4. IPv4 versi dari IP Address yang paling banyak digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255.

Contoh dari alamat IPv4 seperti berikut:

  • 169.89.131.246
  • 192.0. 2.146
  •  01.102.103.104

Versi IPv4 ini sudah digunakan sejak internet pertama kali mulai digunakan secara komersial. Oleh karena itu saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah.

2. IPv6

IPv6 merupakan versi dari IP Address yang lebih baru dari IPv4. Versi ini dibuat untuk menggantikan versi IPv4 yang variasinya mulai menipis. Struktur IPv6 terdiri dari kombinasi angka dan huruf yang memiliki Panjang mencapai 128 bit. Ini artinya, terdapat sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi untuk masalah autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data tidak perlu dikhawatirkan.

Berikut adalah contoh dari IPv6:

  • 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
  • 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF

3. IP Privat

IP private adalah jenis IP Address yang digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal, misalnya melalui jaringan misalnya melalui jaringan LAN. Di setiap jaringan lokal, tiap perangkat tetap memiliki alamat IP Privat nya tersendiri. Alamat IP Privat inilah yang memungkinkan setiap perangkat dapat tetap berkomunikasi satu dengan yang lainnya dalam lingkup lokal. Untuk jenis IP Address ini tidak bisa digunakan untuk jaringan internet.

4. IP Publik

Alamat IP yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke internet adalah alamat IP publik. Sehingga pengguna IP Publik dapat mengakses internet, karena pada jenis alamat IP inilah yang menghubungkan perangkat Anda ke jaringan internet. Untuk bisa mendapatkan IP publik melalui penyedia provider internet atau ISP (Internet Service Provider) yang digunakan.

5. IP Dinamis

Alamat IP dinamis adalah jenis IP Address yang biasanya digunakan untuk umum, tapi memiliki sifat yang berubah-ubah. Hal ini dikarenakan adanya alasan keamanan oleh penyedia layanan internet kepada pelanggannya.

Karena sifatnya yang berubah-ubah dimaksudkan untuk mempersulit para hacker dalam mengakses antarmuka jaringan. IP dinamis dapat berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau tahun. Atau setiap kali perangkat baru ditambahkan ke jaringan, saat konfigurasi jaringan berubah, bahkan disaat perangkat (router) direstart pun akan berubah.

6. IP Statis

Alamat IP statis adalah kebalikan dari jenis IP dinamis, dimana sifatnya tidak akan berubah-ubah. Rangkaian angka yang tetap membuat jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada data administrasi jaringan.

IP statis tidak digunakan untuk umum, namun biasanya digunakan oleh penyedia server, web hosting, virtual private network (VPN), server file transfer protocol (FTP), ataupun lembaga penting yang sangat bergantung pada layanannya.

Untuk menggunakan IP statis Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk dapat menggunakanya.

7. Shared IP

Shared IP adalah jenis IP Address yang digunakan bersama-sama di antara beberapa nama domain atau server. Jenis IP Address ini ditujukan bagi pengguna yang menggunakan sumber jaringan dan hardware server bersama-sama dengan orang lain.

Karena penggunaannya yang dipakai bersama-sama memudahkan dalam mengatur trafik dan volume agar tetap konsisten. Shared IP biasanya dipakai pada layanan shared hosting, dan biasanya harganya relatif murah.

8. Dedicated IP

Dedicated IP merupakan jenis IP Address yang diperuntukan untuk satu domain saja. Keuntungan dari dedicated IP adalah bisa mendapatkan sertifikat SSL dengan lebih mudah.

Selain itu dengan menggunakan jenis ini reputasi domain pengguna tidak terpengaruhi oleh domain lainnya, dan bebas untuk menjalankan server File Transfer Protocol (FTP). Dedicated IP umumnya digunakan oleh pengguna cloud VPS hosting dan pengguna dedicated hosting.

Cara Memeriksa IP Address

Ada beberapa cara untuk memeriksa IP Address pada perangkat Anda:

Melalui Command Prompt (Windows):

Buka Command Prompt, lalu ketik “ipconfig” dan tekan Enter. Anda akan melihat daftar informasi IP Address yang terhubung ke perangkat Anda.

Melalui Terminal (Mac atau Linux):

Buka Terminal, lalu ketik “ifconfig” (untuk Mac) atau “ip addr” (untuk Linux) dan tekan Enter. Anda akan melihat informasi Internet Protocol Address perangkat Anda.

Melalui Situs Web Penyedia Layanan Internet (ISP):

Banyak ISP menyediakan alat online yang memungkinkan Anda memeriksa IP Address Anda. Cukup kunjungi situs web ISP Anda dan cari opsi untuk memeriksa Internet Protocol Address.

Melalui Situs Web Deteksi IP Online:

Ada banyak situs web yang menawarkan layanan untuk mendeteksi Internet Protocol Address Anda secara online. Cukup kunjungi salah satu situs web tersebut, dan Internet Protocol Address Anda akan ditampilkan di layar.

Selasa, 02 April 2024

METODE PENGALAMATAN (ROUTING)

Routing adalah proses pemilihan jalur di mana data dapat ditransfer dari node sumber ke node tujuan. Routing dilakukan oleh perangkat khusus yang dikenal sebagai router.

Pengertian dan Jenis-Jenis Routing pada Jaringan
Sumber: freepik.com

Router adalah perangkat jaringan yang meneruskan paket berdasarkan informasi yang tersedia di header paket dan forward table. Router bekerja pada Network Layer baik pada OSI model maupun TCP/IP model.

Untuk memilih rute paket digunakan algoritma routing. Algoritma routing tidak lain adalah perangkat lunak yang bertanggung jawab untuk menentukan jalur optimal di mana paket dapat ditransmisikan.

Protokol routing menggunakan metrik untuk menentukan jalur terbaik untuk pengiriman paket. Metrik adalah standar pengukuran seperti jumlah hop, bandwidth, delay, beban arus pada jalur, dll. Metrik ini digunakan oleh algoritma routing untuk menentukan jalur optimal ke node tujuan.

Algoritma routing menginisialisasi dan memelihara tabel routing untuk proses penentuan jalur. Metrik dan biaya routing juga digunakan untuk menentukan rute terbaik ke perangkat tujuan. 

Adapun metrik yang digunakan oleh protokol untuk menentukan jalur terpendek di antaranya:

  1. Jumlah hop
    Jumlah hop didefinisikan sebagai metrik yang menentukan jumlah lintasan yang melewati perangkat internetworking seperti router.
    Jika protokol routing menganggap hop sebagai nilai metrik utama, maka jalur dengan jumlah hop paling sedikit akan dianggap sebagai jalur terbaik untuk berpindah dari node sumber ke tujuan.
  2. Delay
    Delay adalah waktu yang dibutuhkan oleh router untuk memproses, mengantri, dan mengirimkan datagram ke antarmuka perangkat.
    Protokol menggunakan metrik ini guna menentukan nilai delay untuk semua link di sepanjang jalur dari ujung ke ujung. Jalur yang memiliki nilai delay terendah akan dianggap sebagai jalur terbaik.
  3. Bandwidth
    Kapasitas link dikenal sebagai bandwidth link. Bandwidth diukur dalam bit per detik. Link yang memiliki kecepatan transfer lebih tinggi seperti gigabit lebih disukai daripada link yang memiliki kapasitas lebih rendah seperti 56 kb.
    Protokol akan menentukan kapasitas bandwidth untuk semua link di sepanjang jalur, dan bandwidth yang lebih tinggi secara keseluruhan akan dianggap sebagai rute terbaik.
  4. Beban
    Beban mengacu pada sejauh mana sumber daya jaringan seperti router atau tautan jaringan bekerja. Beban dapat dihitung dengan berbagai cara seperti penggunaan CPU, paket yang diproses per detik, dan lain sebagainya.
    Jika trafik meningkat, maka nilai beban juga akan meningkat. Nilai beban berubah sehubungan dengan perubahan lalu lintas jaringan.
  5. Keandalan
    Keandalan adalah metrik yang mengukur seberapa sering jaringan mengalami kegagalan dan seberapa mudah jaringan diperbaiki.
    Protokol dapat menggunakan nilai keandalan sebagai metrik untuk memilih rute terbaik.

Jenis-jenis Routing

Mekanisme routing dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni

  • Static Routing
  • Default Routing
  • Dynamic Routing

1. Static Routing

Static routing merupakan teknik perutean di mana seorang administrator menambahkan rute dalam tabel routing secara manual. Router dapat mengirim paket ke tujuan melewati rute yang telah ditentukan. Dalam teknik ini, keputusan routing tidak dibuat berdasarkan kondisi atau topologi jaringan.

Static routing biasa disebut juga sebagai algoritma routing non-adaptif (Non-adaptive Routing).

Kelebihan

  • Static routing tidak menyebabkan overhead pada penggunaan CPU dari router. Oleh karena itu, router murah masih dapat digunakan untuk melakukan routing.
  • Keamanan lebih terjaga karena hanya administrator yang dapat mengizinkan routing ke jaringan tertentu saja.
  • Tidak ada penggunaan bandwidth antar router.

Kekurangan

  • Untuk jaringan yang besar, menambahkan setiap rute di tabel routing secara manual ke semua router merupakan pekerjaan yang melelahkan bagi administrator.
  • Administrator sistem harus memiliki pengetahuan yang baik tentang topologi karena ia harus menambahkan setiap rute secara manual.

2. Default Routing

Default Routing adalah teknik di mana router dikonfigurasi untuk mengirim semua paket ke perangkat hop yang sama, dan tidak peduli apakah itu milik jaringan tertentu atau tidak. Paket ditransmisikan ke perangkat yang telah dikonfigurasi.

Default Routing digunakan ketika jaringan berurusan dengan titik keluar tunggal (single exit point). Jenis routing ini juga berguna ketika sebagian besar jaringan transmisi harus mengirimkan data ke perangkat hop yang sama.

Ketika rute tertentu disebutkan dalam tabel routing, router akan memilih rute tersebut daripada rute default. Rute default dipilih hanya ketika rute tertentu tidak disebutkan dalam tabel routing.

3. Dynamic Routing

Dynamic Routing adalah teknik routing di mana router menambahkan rute baru di tabel routing untuk setiap paket sebagai respons terhadap perubahan kondisi atau topologi jaringan. Protokol dinamis digunakan untuk menemukan rute baru ke titik tujuan.

Dalam Dynamic Routing, RIP dan OSPF adalah protokol yang digunakan untuk menemukan rute baru. Jika ada rute yang turun, maka otomatis akan dilakukan penyesuaian untuk mencapai node tujuan.

Dynamic Routing biasa disebut juga sebagai algoritma routing adaptif (Adaptive Routing).

Kelebihan

  • Lebih mudah untuk dikonfigurasi.
  • Lebih efektif dalam memilih rute terbaik ketika terjadi perubahan kondisi atau topologi.

Kekurangan

  • Lebih mahal dalam hal penggunaan CPU dan bandwidth dari router.
  • Cenderung kurang aman dibandingkan dengan Default Routing dan Static Routing.

Algoritma Routing

Untuk mentransfer paket dari node sumber ke tujuan, lapisan jaringan harus menentukan rute terbaik mana paket harus ditransmisikan.

Routing adalah proses meneruskan paket dari titik sumber ke titik tujuan. Nah, cara memilih rute terbaik untuk mengirim paket ditentukan oleh algoritma routing.

Algoritma routing digunakan untuk memutuskan pada rute mana paket data yang masuk perlu ditransmisikan agar mencapai titik tujuan secara efisien.

Algoritma routing dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Adaptive Routing
  • Non-adaptive Routing

Algoritma Adaptive Routing

Adaptive Routing adalah algoritma yang mengubah keputusan peruteannya setiap kali topologi jaringan atau beban jaringan berubah.

Perubahan keputusan routing tercermin dalam topologi serta lalu lintas jaringan. Algoritma ini juga dikenal sebagai Dynamic routing, karena menggunakan informasi dinamis seperti topologi saat ini, beban, delay, dll. untuk memilih rute. Adapun parameter optimasinya adalah jarak ke titik tujuan, jumlah hop, dan perkiraan waktu transit.

Algoritma Adaptive Routing dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok:

1. Isolated

Dalam metode ini setiap node membuat keputusan routing menggunakan informasi yang dimilikinya tanpa mencari informasi dari node lain.

Node pengirim tidak memiliki informasi tentang status tautan tertentu. Kekurangannya adalah paket dapat dikirim melalui jaringan yang padat s ehingga dapat mengakibatkan delay.

2. Centralized

Dalam metode ini, simpul terpusat memiliki seluruh informasi tentang jaringan dan membuat semua keputusan perutean. 

Keuntungan dari jenis ini adalah hanya satu node yang diperlukan untuk menyimpan informasi dari seluruh jaringan.

Adapun kelemahannya adalah jika node pusat turun maka seluruh jaringan selesai.

3. Distributed

Dalam metode ini, node menerima informasi dari tetangganya dan kemudian mengambil keputusan mengenai perutean paket.

Kelemahannya adalah paket mungkin tertunda jika ada perubahan di antara interval di mana ia menerima informasi dan mengirim paket. 

Metode ini juga dikenal sebagai algoritma terdesentralisasi karena menghitung jalur berbiaya paling rendah antara node sumber dan node tujuan.

2. Algoritma Non-adaptive Routing

Algoritma Non-adaptive Routing adalah algoritma yang tidak mengubah keputusan peruteannya setelah dipilih. 

Algoritma ini juga dikenal  juga sebagai static routing karena rute yang akan diambil dihitung terlebih dahulu dan diunduh ke router saat router di-boot.

Algoritma Non-adaptive Routing dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kelompok:

1. Flooding

Metode ini mengadaptasi teknik di mana setiap paket yang masuk dikirim pada setiap jalur keluar kecuali tempat paket itu tiba.

Adapun masalah yang timbul dalam metode flooding adalah paket dapat berjalan dalam satu cycle dan sebagai akibatnya sebuah node dapat menerima paket duplikat. Masalah ini dapat diatasi dengan bantuan nomor urut, hop count, dan spanning tree.

2. Random walk

Dalam metode ini, paket dikirim secara host by host atau node demi node ke salah satu tetangganya secara acak. 

Random Walk merupakan metode yang sangat andal d baniasanya diimplementasikan dengan mengirimkan paket ke link yang memiliki antrian paling sedikit.