Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur (Bagian 2) & Menyusun Teks Prosedur
Materi Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MAK — melatih murid menganalisis kalimat perintah, kata teknis, dan penanda wacana, serta menyusun teks prosedur secara logis dan sistematis.
Capaian & Tujuan Pembelajaran
Murid mampu menganalisis kaidah kebahasaan pada berbagai jenis teks, termasuk teks prosedur, serta menulis teks prosedur secara logis dan sistematis dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat.
Murid mampu menganalisis penggunaan kalimat perintah, kata teknis, dan penanda wacana, serta menyusun teks prosedur secara logis dan sistematis.
Murid dapat menganalisis variasi bentuk dan fungsi kalimat perintah dalam teks prosedur.
Murid dapat mengidentifikasi kata teknis dalam teks prosedur beserta fungsinya.
Murid dapat mengidentifikasi penanda wacana dan menjelaskan fungsinya dalam menjaga keterpaduan teks.
Murid dapat menyusun teks prosedur baru secara logis dan sistematis dengan menerapkan ketiga kaidah kebahasaan tersebut.
Penalaran Kritis
Menganalisis fungsi kalimat perintah, kata teknis, dan penanda wacana dalam teks.
Kreativitas
Menyusun teks prosedur baru secara orisinal dan sistematis.
Kolaborasi
Bekerja sama dalam kelompok saat menyusun teks prosedur.
Komunikasi
Menyampaikan hasil analisis dan teks prosedur yang disusun secara jelas.
Mengingat Kembali Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur (Bagian 1)
Pada pertemuan sebelumnya, murid telah mempelajari empat ciri kebahasaan teks prosedur. Materi hari ini melanjutkan dengan tiga ciri kebahasaan tambahan, sekaligus mempelajari cara menyusun teks prosedur.
Kalimat Imperatif
Mengarahkan pembaca melakukan tindakan.
Kalimat Deklaratif
Menyampaikan fakta atau informasi pendukung.
Kalimat Persuasif
Membujuk pembaca mengikuti langkah dengan sungguh-sungguh.
Konjungsi Temporal
Menandai urutan waktu antarlangkah.
Kalimat Perintah dalam Teks Prosedur
Kalimat perintah merupakan bentuk khusus kalimat imperatif yang memiliki beberapa variasi sesuai maksud penyampaiannya.
Perintah Biasa
Mengarahkan pembaca melakukan tindakan secara langsung.
Perintah Larangan
Melarang pembaca melakukan suatu tindakan tertentu.
Perintah Ajakan
Mengajak pembaca melakukan tindakan dengan nada lebih halus.
Perintah Permintaan
Meminta pembaca melakukan sesuatu dengan nada sopan.
Kata Teknis dalam Teks Prosedur
Kata teknis adalah istilah khusus yang digunakan dalam bidang keahlian tertentu, jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari, dan berfungsi memberikan ketepatan serta presisi pada instruksi yang disampaikan.
Bidang Otomotif
karburator, velg, pentil, kampas rem
Bidang Tata Boga
mengocok, memfermentasi, mengukus, marinasi
Bidang Teknik Komputer
partisi, ekstensi file, restart, defrag
Fungsi: memastikan pembaca yang memahami bidang tersebut dapat mengikuti instruksi secara akurat tanpa salah tafsir.
Penanda Wacana dalam Teks Prosedur
Penanda wacana adalah kata atau frasa yang mengatur hubungan antarkalimat atau antarparagraf dalam sebuah teks, sehingga teks menjadi padu dan mudah dipahami. Penanda wacana tidak hanya menunjukkan urutan waktu, tetapi juga penambahan, penekanan, dan simpulan.
| Jenis Penanda Wacana | Contoh Kata/Frasa | Fungsi |
|---|---|---|
| Penanda Urutan | pertama-tama, selanjutnya, berikutnya | Menunjukkan urutan langkah |
| Penanda Penambahan | selain itu, di samping itu, lagi pula | Menambahkan informasi baru |
| Penanda Penekanan | perlu diperhatikan, yang terpenting, perlu diingat | Menegaskan bagian penting |
| Penanda Simpulan | dengan demikian, oleh karena itu, jadi | Menyimpulkan atau menegaskan hasil akhir |
Menyusun Teks Prosedur secara Logis dan Sistematis
01 · Menentukan Tujuan
Tentukan tujuan atau hasil akhir yang ingin dicapai dari prosedur yang akan disusun.
02 · Mendaftar Alat & Bahan
Susun daftar alat dan bahan yang diperlukan, jika prosedur membutuhkannya.
03 · Merancang Langkah secara Berurutan
Susun langkah-langkah sesuai urutan logis, tanpa ada langkah yang meloncat atau bertentangan.
04 · Menerapkan Kaidah Kebahasaan
Gunakan kalimat perintah, kata teknis, dan penanda wacana yang tepat pada setiap bagian teks.
05 · Merevisi Keruntutan Teks
Baca ulang teks yang disusun untuk memastikan urutan sudah logis dan mudah diikuti pembaca.
Rangkuman Ciri Kebahasaan Bagian 2
| Ciri Kebahasaan | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Kalimat Perintah | Mengarahkan, melarang, mengajak, atau meminta pembaca melakukan tindakan | "Jangan sentuh permukaan yang masih panas." |
| Kata Teknis | Memberikan ketepatan dan presisi sesuai bidang keahlian | "Periksa tekanan pada pentil ban." |
| Penanda Wacana | Menjaga keterpaduan antarkalimat/paragraf dalam teks | "Selain itu, pastikan area kerja dalam keadaan bersih." |
Contoh Penerapan: Menganalisis dan Menyusun Teks Prosedur
Guru membacakan dan membahas bersama contoh berikut sebagai model sebelum murid mengerjakan tugas kelompok.
Prosedur Memasang Kartu SIM dan Kartu Memori pada Smartphone
Tujuan: Memasang kartu SIM dan kartu memori dengan benar agar smartphone dapat digunakan secara optimal.
- Matikan smartphone terlebih dahulu sebelum memasang kartu.PERINTAH
- Gunakan ejector pin untuk membuka slot kartu SIM.KATA TEKNIS
- Letakkan kartu SIM pada baki (tray) sesuai posisi yang tertera.KATA TEKNIS
- Selain itu, pastikan kartu memori terpasang pada slot yang benar agar terbaca oleh sistem.PENANDA WACANA
- Masukkan kembali baki ke dalam slot hingga terdengar bunyi klik.PERINTAH
- Jangan memaksa memasukkan baki jika terasa tersendat.PERINTAH
Simpulan model analisis: Teks di atas menggunakan variasi kalimat perintah (perintah biasa dan larangan), kata teknis khas perangkat elektronik ("ejector pin", "baki/tray"), serta penanda wacana penambahan ("selain itu") dan simpulan ("dengan demikian") yang menjaga keterpaduan antarlangkah.
Poin-Poin Penting
- Kalimat perintah memiliki variasi bentuk: perintah biasa, larangan, ajakan, dan permintaan.
- Kata teknis adalah istilah khusus bidang keahlian yang memberi ketepatan pada instruksi.
- Penanda wacana menjaga keterpaduan teks melalui penanda urutan, penambahan, penekanan, dan simpulan.
- Teks prosedur disusun melalui lima langkah: menentukan tujuan → mendaftar alat/bahan → merancang langkah → menerapkan kaidah kebahasaan → merevisi keruntutan.
Tugas Kelompok: Menyusun Teks Prosedur Baru
Durasi ± 60 menitTujuan tugas: Murid secara berkelompok menyusun sebuah teks prosedur baru secara logis dan sistematis, dengan menerapkan kalimat perintah, kata teknis, dan penanda wacana yang telah dipelajari.
Mengisi Daya Ponsel dengan Aman · Membuat Mi Instan yang Lezat · Merawat Tanaman Hias di Dalam Ruangan · Membersihkan Keyboard Laptop · atau prosedur lain sesuai bidang keahlian kelompok.
Petunjuk Pengerjaan
- Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 orang sesuai pembagian dari guru.
- Pilih satu tema teks prosedur yang akan disusun.
- Tentukan tujuan serta alat/bahan (jika ada) untuk prosedur tersebut.
- Susun langkah-langkah secara berurutan dan logis pada Lembar Kerja Penyusunan di bawah ini.
- Terapkan kaidah kebahasaan: gunakan minimal 5 kalimat perintah, 2 kata teknis, dan 2 penanda wacana, lalu isi tabel ceklis penggunaannya.
- Presentasikan hasil di depan kelas selama maksimal 5 menit per kelompok, dilanjutkan tanya jawab singkat.
Lembar Kerja Penyusunan Teks Prosedur
| Bagian | Isi yang Disusun Kelompok |
|---|---|
| Judul | |
| Tujuan | |
| Alat & Bahan | |
| Langkah 1–3 | |
| Langkah 4–6 | |
| Penutup |
Ceklis Penggunaan Kaidah Kebahasaan
| Kaidah Kebahasaan | Target Minimal | Jumlah yang Digunakan |
|---|---|---|
| Kalimat Perintah | 5 kalimat | |
| Kata Teknis | 2 kata | |
| Penanda Wacana | 2 kata/frasa |
Rubrik Penilaian Kelompok
| Aspek Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Kelogisan urutan langkah | Seluruh langkah runtut dan logis | Sebagian besar runtut | Ada beberapa langkah tidak runtut | Urutan tidak logis |
| Ketepatan kalimat perintah | Digunakan tepat dan bervariasi | Digunakan tepat | Kurang bervariasi | Tidak tepat/tidak digunakan |
| Ketepatan kata teknis & penanda wacana | Digunakan tepat sesuai konteks | Sebagian besar tepat | Kurang tepat | Tidak digunakan |
| Presentasi | Jelas, percaya diri, menjawab pertanyaan dengan baik | Jelas namun kurang percaya diri | Kurang jelas/terbata-bata | Tidak dapat menjelaskan hasil |
Tugas Individu: Menjawab 10 Pertanyaan tentang Materi
Dikerjakan Mandiri · Otomatis BernilaiPetunjuk: Isi No. Absen dan Nama, lalu jawab 10 pertanyaan pilihan ganda berikut berdasarkan materi yang telah dipelajari hari ini. Skor akan muncul otomatis setelah menekan tombol "Kirim Jawaban", dan hasilnya (No. Absen, Nama, Skor) akan tercatat otomatis.