Rabu, 29 Juli 2026

Sistem Komputer & Arsitektur Von Neumann

Sistem Komputer & Arsitektur Von Neumann — Informatika Kelas X
Informatika · Fase E · Kelas X SMK

Sistem Komputer & Arsitektur Von Neumann

Materi ini membahas bagaimana komputer tersusun dan bekerja — mulai dari komponen penyusunnya, alur input–proses–output, hingga cetak biru arsitektur yang mendasari hampir seluruh komputer modern: arsitektur Von Neumann.

Elemen CP
Sistem Komputer
Jenjang
SMK Kelas X
Alokasi Waktu
1 Pertemuan · 4 JP (180 menit)
Model
Diskusi & Kerja Kelompok

Ke Mana Materi Ini Menuju

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menjelaskan komponen sistem komputer, model input–proses–output, fungsi perangkat keras, perangkat lunak, brainware, serta hubungan antar komponennya dalam sistem komputer.

Tujuan Pembelajaran

  1. Menjelaskan pengertian sistem komputer sebagai satu kesatuan yang utuh.
  2. Mengidentifikasi dan mengelompokkan komponen sistem komputer: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan pengguna (brainware).
  3. Menjelaskan model kerja input – proses – output beserta peran penyimpanan (storage) di dalamnya.
  4. Menjelaskan arsitektur Von Neumann dan fungsi setiap bagiannya: CPU (Control Unit & ALU), memori utama, serta jalur bus.
  5. Menganalisis hubungan dan ketergantungan antar komponen dalam sebuah sistem komputer melalui studi kasus perangkat nyata.

Rincian Kegiatan (4 JP × 45 menit)

TahapKegiatanWaktu
PendahuluanApersepsi, pertanyaan pemantik ("Apa yang sebenarnya terjadi di dalam laptopmu saat kamu mengetik?"), penyampaian tujuan pembelajaran15 menit
Kegiatan Inti — Eksplorasi KonsepPenjelasan materi: komponen sistem komputer, model IPO, dan arsitektur Von Neumann60 menit
Kegiatan Inti — Kerja KelompokDiskusi dan pengerjaan tugas kelompok (identifikasi komponen & skema Von Neumann)45 menit
Kegiatan Inti — PresentasiPresentasi singkat tiap kelompok dan tanggapan/klarifikasi guru30 menit
PenutupRefleksi, penguatan konsep, dan menulis kesimpulan ringkas di buku catatan30 menit

Apa Itu Sistem Komputer?

Sistem komputer adalah kumpulan komponen yang saling terhubung dan bekerja sama secara terkoordinasi untuk menerima, mengolah, menyimpan, dan menghasilkan data menjadi informasi yang berguna. Kata kuncinya adalah "saling bekerja sama" — satu komputer bukan sekadar tumpukan komponen elektronik, melainkan sebuah sistem, di mana setiap bagian punya peran dan tidak dapat berfungsi maksimal tanpa bagian lainnya.

Analogi

Bayangkan sistem komputer seperti tubuh manusia: hardware adalah tubuh fisik (otot, tulang, organ), software adalah pikiran dan instruksi yang mengatur gerakan, dan brainware adalah orang yang memberi perintah dan tujuan. Ketiganya harus hadir bersama agar "tubuh" itu dapat benar-benar hidup dan berguna.

Secara umum, sistem komputer tersusun atas tiga elemen utama yang akan kita bahas satu per satu: perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan manusia sebagai pengguna/pengelola (brainware).

Tiga Pilar Sistem Komputer

1. Perangkat Keras (Hardware)

Hardware adalah seluruh komponen fisik komputer yang dapat dilihat dan disentuh. Berdasarkan fungsinya, hardware dikelompokkan menjadi empat kategori berikut.

Input

Perangkat Masukan

Mengubah data dari luar menjadi bentuk yang dapat diproses komputer.

  • Keyboard
  • Mouse
  • Scanner
  • Mikrofon
  • Kamera/webcam
Proses

Perangkat Pemroses

Mengolah data menjadi informasi; "otak" komputer.

  • CPU (Processor)
  • Motherboard
  • RAM (memori kerja)
  • VGA/GPU
Output

Perangkat Keluaran

Menampilkan atau menyajikan hasil pemrosesan.

  • Monitor
  • Printer
  • Speaker
  • Proyektor
Storage

Perangkat Penyimpanan

Menyimpan data dan program, baik sementara maupun permanen.

  • Penyimpanan primer — RAM (volatile, sementara, sangat cepat)
  • Penyimpanan sekunder — HDD, SSD, flashdisk (non-volatile, permanen, lebih lambat)

2. Perangkat Lunak (Software)

Software adalah kumpulan instruksi/program yang mengatur bagaimana hardware bekerja. Tanpa software, hardware hanyalah rangkaian komponen elektronik yang tidak tahu harus melakukan apa.

Sistem Operasi

Operating System

Mengelola dan menjembatani seluruh sumber daya hardware agar dapat digunakan software lain. Contoh: Windows, Linux, macOS, Android.

Aplikasi

Software Aplikasi

Program untuk menyelesaikan tugas spesifik pengguna. Contoh: pengolah kata, browser, aplikasi desain.

Bahasa & Utilitas

Bahasa Pemrograman / Utility

Alat untuk membuat software (mis. Python, Java) dan program pemeliharaan sistem (antivirus, disk cleaner).

3. Brainware

Brainware adalah manusia yang berinteraksi langsung dengan sistem komputer — merancang, mengoperasikan, dan mengelolanya. Tanpa brainware, hardware dan software secanggih apa pun tidak memiliki tujuan.

  • End user — pengguna yang memanfaatkan komputer untuk kebutuhan sehari-hari.
  • Programmer — merancang dan menulis kode program/software.
  • System administrator — mengelola dan menjaga sistem agar berjalan optimal dan aman.
  • Operator — menjalankan operasi rutin sistem, misalnya operator entri data.

Model Input – Proses – Output

Secara fungsional, cara kerja komputer dapat digambarkan sebagai sebuah alur sederhana: data masuk sebagai input, diolah pada tahap proses, lalu menghasilkan output. Di sepanjang alur ini, storage berperan menyimpan data maupun hasil, baik untuk digunakan kembali maupun disimpan permanen.

Input
Data mentah dimasukkan
mis. mengetik teks di keyboard
Proses
CPU mengolah data sesuai
instruksi program
Output
Hasil olahan ditampilkan
mis. teks muncul di layar
▲▼ Storage — menyimpan data & hasil di setiap tahap (mis. autosave dokumen ke SSD) ▲▼
Contoh Konkret

Saat kamu mengetik nama di aplikasi pengolah kata: keyboard menjadi input, CPU dan RAM memproses karakter yang diketik dan menyusunnya menjadi dokumen, monitor menampilkan hasilnya sebagai output, dan saat kamu menekan "Save", dokumen tersebut ditulis ke penyimpanan (storage) agar tidak hilang.

Arsitektur Von Neumann

Pada tahun 1945, ilmuwan John von Neumann memperkenalkan sebuah rancangan (arsitektur) komputer yang menjadi fondasi hampir seluruh komputer modern hingga saat ini — mulai dari laptop, komputer sekolah, sampai smartphone. Gagasan utamanya disebut stored-program concept: instruksi program dan data disimpan bersama di dalam memori yang sama, sehingga komputer dapat membaca dan mengeksekusi instruksi tersebut secara berurutan tanpa harus diprogram ulang secara fisik setiap kali.

Komponen Utama Arsitektur Von Neumann

  • CPU (Central Processing Unit) — pusat pemrosesan, terdiri atas:
    • Control Unit (CU) — mengatur dan mengendalikan seluruh aktivitas dalam CPU, termasuk mengambil dan menerjemahkan instruksi.
    • Arithmetic Logic Unit (ALU) — melakukan operasi aritmatika (tambah, kurang, kali, bagi) dan operasi logika (perbandingan, AND/OR/NOT).
    • Register — memori berkapasitas sangat kecil namun sangat cepat di dalam CPU, tempat menyimpan data yang sedang diproses.
  • Memori Utama (Main Memory) — menyimpan instruksi program dan data dalam bentuk biner, dan menjadi ciri khas arsitektur ini karena instruksi maupun data berbagi ruang penyimpanan yang sama.
  • Perangkat Input/Output — jalur komunikasi antara komputer dan dunia luar.
  • Bus — jalur fisik yang menghubungkan dan mengalirkan data antar komponen, terbagi menjadi tiga:
    • Bus Alamat (Address Bus) — membawa informasi lokasi/alamat data di memori.
    • Bus Data (Data Bus) — membawa data atau instruksi yang sesungguhnya.
    • Bus Kontrol (Control Bus) — membawa sinyal perintah/pengendali antar komponen.
SKEMA ARSITEKTUR VON NEUMANN CPU Control Unit (CU) ALU Arithmetic/Logic Register Penyimpanan sementara super cepat MEMORI UTAMA Instruksi & data disimpan bersama (stored program) 0101 1100 0011 PERANGKAT INPUT / OUTPUT Keyboard, monitor, printer, dll. Bus Alamat (Address Bus) Bus Data (Data Bus) Bus Kontrol (Control Bus)
Ketiga jalur bus mengalirkan sinyal terus-menerus antara CPU, memori, dan I/O — inilah "sistem peredaran darah" komputer.

Siklus Fetch – Decode – Execute

Setiap instruksi program dijalankan CPU melalui siklus mesin (machine cycle) berikut, berulang-ulang jutaan kali per detik:

01
FETCH

Control Unit mengambil instruksi berikutnya dari memori utama menggunakan bus alamat dan bus data.

02
DECODE

Instruksi yang diambil diterjemahkan oleh Control Unit agar CPU memahami perintah apa yang harus dilakukan.

03
EXECUTE

ALU menjalankan instruksi tersebut (mis. operasi hitung), lalu hasilnya disimpan kembali ke register atau memori.

Istilah Penting

Von Neumann bottleneck adalah keterbatasan kecepatan yang muncul karena instruksi dan data harus bergantian melewati bus yang sama menuju satu memori yang sama, sehingga kecepatan pemrosesan CPU sering kali dibatasi oleh kecepatan transfer data ke/dari memori.

Hubungan Antar Komponen

Hardware, software, dan brainware bukan tiga hal yang berdiri sendiri, melainkan tiga sisi dari satu sistem yang saling bergantung:

  • Hardware membutuhkan software — tanpa sistem operasi dan program, hardware hanyalah komponen elektronik yang tidak tahu harus melakukan apa.
  • Software membutuhkan hardware — instruksi program tidak dapat dijalankan tanpa CPU, memori, dan perangkat fisik lain sebagai tempat eksekusinya.
  • Brainware mengendalikan keduanya — manusia merancang software, mengoperasikan hardware, dan menentukan tujuan penggunaan sistem.
  • Arsitektur Von Neumann adalah "jembatan" yang menjelaskan bagaimana secara teknis instruksi (software) dan komponen fisik (hardware) benar-benar saling berkomunikasi melalui CPU, memori, dan bus.

Jika salah satu unsur ini tidak ada atau tidak berfungsi, sistem komputer sebagai satu kesatuan tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Rangkuman Materi

Poin-Poin Kunci

  • Sistem komputer adalah kesatuan hardware, software, dan brainware yang bekerja sama mengolah data menjadi informasi.
  • Hardware terbagi atas perangkat input, proses, output, dan storage (primer & sekunder).
  • Software terdiri atas sistem operasi, aplikasi, serta bahasa pemrograman/utility.
  • Model kerja komputer mengikuti alur input → proses → output, dengan storage berperan menyimpan data di sepanjang alur.
  • Arsitektur Von Neumann memperkenalkan konsep stored program: instruksi dan data disimpan bersama di satu memori.
  • CPU terdiri atas Control Unit, ALU, dan register, yang bekerja melalui siklus fetch–decode–execute.
  • Bus alamat, bus data, dan bus kontrol adalah jalur komunikasi yang menghubungkan CPU, memori, dan I/O.
  • Ketiga komponen sistem komputer saling bergantung — tidak dapat berfungsi optimal secara terpisah.

Tugas Kelompok

Kerja Kelompok · 4–5 orang 45 menit diskusi + 30 menit presentasi

Menelusuri Arsitektur Von Neumann di Perangkat Sehari-hari

Setiap kelompok memilih satu perangkat komputer yang dikenal (laptop, komputer di lab sekolah, atau smartphone), lalu menganalisis komponen sistem komputernya dan memetakannya ke dalam kerangka arsitektur Von Neumann.

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 orang, tentukan satu perangkat komputer yang akan dianalisis.
  2. Identifikasi hardware perangkat tersebut dan kelompokkan ke dalam kategori input, proses, output, dan storage (buat dalam bentuk tabel).
  3. Identifikasi software yang berjalan di perangkat tersebut: sistem operasi dan minimal 2 contoh aplikasi.
  4. Gambarkan skema sederhana arsitektur Von Neumann untuk perangkat pilihan kalian (CPU dengan CU & ALU, memori, I/O, dan tiga jenis bus) — boleh digambar tangan di kertas atau dibuat digital.
  5. Jelaskan dengan bahasa sendiri bagaimana siklus fetch–decode–execute terjadi ketika perangkat tersebut menjalankan satu contoh aktivitas sederhana (mis. menekan tombol volume atau membuka aplikasi).
  6. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas selama maksimal 5 menit per kelompok.

Format Laporan

Laporan ditulis pada kertas folio atau dokumen sederhana, memuat: (1) nama perangkat & anggota kelompok, (2) tabel komponen hardware & software, (3) gambar skema Von Neumann, (4) penjelasan siklus fetch-decode-execute.

Rubrik Penilaian

AspekIndikatorSkor Maks.
Ketepatan KonsepKomponen hardware/software teridentifikasi dan dikategorikan dengan benar30
Kelengkapan SkemaSkema Von Neumann memuat CPU (CU, ALU), memori, I/O, dan tiga bus dengan benar30
Penjelasan SiklusPenjelasan fetch-decode-execute logis dan sesuai contoh yang dipilih20
Kerja Sama & PresentasiSeluruh anggota berkontribusi; presentasi jelas dan percaya diri20
Total100
Penutup Pembelajaran · Tugas Individu

Tulislah satu kesimpulan ringkas (5–7 kalimat) di buku catatan kalian masing-masing, yang merangkum keseluruhan materi hari ini: pengertian sistem komputer, tiga komponennya (hardware, software, brainware), model input–proses–output, dan inti dari arsitektur Von Neumann beserta siklus fetch–decode–execute. Tulis dengan bahasa dan pemahaman kalian sendiri, bukan menyalin ulang materi.

INFORMATIKA · SISTEM KOMPUTER & ARSITEKTUR VON NEUMANN · FASE E KELAS X SMK

Membandingkan Teks Prosedur dengan Teks Lain

Modul AjarTerverifikasiFase F
DOK/B.INDO/XI/PROSEDUR-BANDING — 3 JP · 1 Pertemuan

Membandingkan Teks Prosedur dengan Teks Lain

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MAK — melatih murid membandingkan teks prosedur dengan teks eksplanasi untuk menemukan persamaan dan perbedaan keduanya secara kritis dan sistematis.

Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
Jenjang
SMK/MAK — Kelas XI
Elemen
Membaca & Memirsa
Alokasi Waktu
3 JP (3 × 45 menit)
01 — Identitas Pembelajaran

Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Elemen Membaca–Memirsa)

Murid mampu mengevaluasi informasi berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan dari berbagai jenis teks, termasuk teks prosedur, untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat, serta membandingkan teks tersebut dengan jenis teks lain untuk menemukan persamaan dan perbedaannya secara kritis.

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu membandingkan teks prosedur dengan teks lainnya yang mendukung serta menemukan persamaan dan perbedaannya.

TP.1

Murid dapat menjelaskan kembali struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur.

TP.2

Murid dapat menjelaskan struktur dan ciri kebahasaan teks eksplanasi sebagai teks pembanding.

TP.3

Murid dapat menemukan persamaan antara teks prosedur dan teks eksplanasi berdasarkan tujuan, struktur, dan kebahasaannya.

TP.4

Murid dapat menemukan perbedaan antara teks prosedur dan teks eksplanasi, lalu menyusun simpulan perbandingan secara tertulis.

8 Profil Lulusan yang Dikembangkan

Penalaran Kritis

Menganalisis persamaan dan perbedaan dua jenis teks berdasarkan bukti tekstual.

Kemandirian

Menyelesaikan simpulan perbandingan dan rangkuman secara mandiri.

Kolaborasi

Bekerja sama dalam kelompok saat membandingkan dua teks.

Komunikasi

Menyampaikan hasil perbandingan teks secara jelas dan runtut.


02 — Materi Inti A

Mengingat Kembali Teks Prosedur

Sebelum membandingkan, murid perlu mengingat kembali ciri utama teks prosedur sebagai salah satu teks yang akan dibandingkan.

Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah sistematis untuk melakukan atau membuat sesuatu, bertujuan agar pembaca dapat mencapai hasil tertentu jika mengikuti langkah tersebut dengan tepat.

Tujuan

Mengarahkan pembaca untuk melakukan tindakan tertentu secara berurutan.

Struktur

Tujuan → alat/bahan (jika ada) → langkah-langkah → penutup/hasil.

Ciri Kebahasaan

Kalimat imperatif, konjungsi temporal (kemudian, lalu, setelah itu), verba tindakan.


03 — Materi Inti B

Mengenal Teks Eksplanasi sebagai Teks Pembanding

Teks eksplanasi dipilih sebagai teks pembanding karena sama-sama menjelaskan sebuah proses, namun dengan tujuan yang berbeda dari teks prosedur.

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena (alam, sosial, atau ilmiah) berdasarkan hubungan sebab-akibat, bertujuan agar pembaca memahami mengapa dan bagaimana sesuatu terjadi — bukan untuk diikuti sebagai tindakan.

Tujuan

Menjelaskan proses/fenomena agar pembaca memahami, bukan melakukan tindakan.

Struktur

Pernyataan umum → deretan penjelas (sebab-akibat) → interpretasi/penutup.

Ciri Kebahasaan

Konjungsi kausalitas (sebab, karena, akibatnya) dan kronologis, kalimat pasif, istilah ilmiah/faktual.


04 — Materi Inti C

Persamaan Teks Prosedur dan Teks Eksplanasi

Meskipun berbeda tujuan, kedua teks memiliki beberapa kesamaan mendasar berikut.

1

Sama-Sama Menjelaskan Proses/Tahapan

Kedua teks disusun dalam rangkaian tahap atau langkah yang berurutan, bukan sekadar kumpulan informasi acak.

2

Bersifat Informatif dan Faktual

Keduanya menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kebenaran umum, bukan opini atau imajinasi penulis.

3

Menggunakan Konjungsi Urutan

Keduanya memakai kata penghubung yang menandai urutan, baik urutan waktu maupun urutan sebab-akibat.

4

Disusun secara Sistematis

Kedua teks memiliki struktur yang jelas dan tidak dapat diacak susunannya tanpa mengubah makna.


05 — Materi Inti D

Perbedaan Teks Prosedur dan Teks Eksplanasi

Gunakan tabel berikut untuk membandingkan kedua teks berdasarkan beberapa aspek utama.

AspekTeks ProsedurTeks Eksplanasi
TujuanMengarahkan pembaca melakukan sesuatuMembuat pembaca memahami suatu proses/fenomena
Fokus IsiTindakan yang harus dilakukan manusiaProses alami, ilmiah, atau sosial yang terjadi dengan sendirinya
StrukturTujuan → alat/bahan → langkah-langkah → penutupPernyataan umum → deretan penjelas → interpretasi
Kalimat DominanKalimat imperatif (perintah/anjuran)Kalimat deklaratif/pasif (pernyataan)
Konjungsi UtamaKonjungsi temporal (lalu, kemudian, setelah itu)Konjungsi kausalitas (karena, sebab, akibatnya)
Hasil bagi PembacaMampu melakukan/menghasilkan sesuatuMampu menjelaskan mengapa/bagaimana sesuatu terjadi

06 — Materi Inti E

Langkah-Langkah Membandingkan Dua Teks

01 · Membaca Kedua Teks

Baca teks prosedur dan teks eksplanasi secara menyeluruh untuk memahami isi masing-masing.

02 · Mengidentifikasi Tujuan

Tentukan tujuan penulisan setiap teks: apakah mengarahkan tindakan atau menjelaskan proses.

03 · Membandingkan Struktur

Bandingkan bagian-bagian pembangun kedua teks dan urutannya.

04 · Membandingkan Ciri Kebahasaan

Cermati jenis kalimat dan konjungsi dominan yang digunakan pada masing-masing teks.

05 · Menyusun Simpulan Perbandingan

Tuliskan persamaan dan perbedaan kedua teks secara ringkas dan berdasarkan bukti dari teks.


07 — Pemodelan

Contoh Penerapan: Membandingkan Dua Teks

Guru membacakan dan membahas bersama sepasang teks berikut sebagai model penerapan sebelum murid mengerjakan tugas kelompok.

Lampiran · Teks Prosedur ContohDokumen-01

Prosedur Membuat Kompos dari Sampah Organik

Tujuan: Mengubah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk.

  1. Kumpulkan sampah organik seperti sisa sayuran, buah, dan daun kering.
  2. Cacah sampah organik menjadi potongan kecil agar cepat terurai.
  3. Masukkan sampah organik ke dalam wadah komposter secara berlapis dengan tanah.
  4. Siram dengan sedikit air agar kelembapan terjaga, lalu tutup wadah.
  5. Aduk campuran setiap tiga hari sekali selama proses pengomposan berlangsung.
  6. Setelah 3–4 minggu, kompos siap digunakan sebagai pupuk tanaman.
Lampiran · Teks Eksplanasi ContohDokumen-02

Proses Terjadinya Pengomposan pada Sampah Organik

Pernyataan umum: Pengomposan adalah proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme menjadi bahan yang lebih sederhana dan bermanfaat bagi tanah.

Proses ini terjadi karena mikroorganisme seperti bakteri dan jamur menguraikan senyawa organik kompleks pada sisa sayuran dan daun. Akibat aktivitas mikroorganisme tersebut, suhu tumpukan sampah meningkat sehingga mempercepat proses penguraian. Seiring berjalannya waktu, struktur sampah organik berubah menjadi lebih gelap, remah, dan tidak berbau menyengat sebagai tanda bahwa proses penguraian telah selesai.

Interpretasi: Dengan demikian, pengomposan merupakan proses alami yang mengubah sampah organik menjadi materi yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Simpulan model perbandingan: Kedua teks membahas tema yang sama, yaitu pengomposan sampah organik. Persamaannya, keduanya bersifat informatif dan disusun secara bertahap. Perbedaannya, teks pertama berisi instruksi yang harus dilakukan pembaca (kalimat imperatif, konjungsi temporal), sedangkan teks kedua menjelaskan proses alami yang terjadi dengan sendirinya (kalimat deklaratif, konjungsi kausalitas) agar pembaca memahami mengapa dan bagaimana pengomposan terjadi.


08 — Ringkasan Materi

Poin-Poin Penting

  • Teks prosedur bertujuan mengarahkan pembaca melakukan tindakan, sedangkan teks eksplanasi bertujuan membuat pembaca memahami suatu proses/fenomena.
  • Persamaan kedua teks: sama-sama menjelaskan proses/tahapan, bersifat informatif dan faktual, menggunakan konjungsi urutan, dan disusun secara sistematis.
  • Perbedaan utama terletak pada tujuan, fokus isi, struktur, jenis kalimat dominan, dan konjungsi yang digunakan.
  • Membandingkan dilakukan bertahap: membaca kedua teks → mengidentifikasi tujuan → membandingkan struktur → membandingkan kebahasaan → menyusun simpulan.

09 — Lembar Kerja

Tugas Kelompok: Membandingkan Teks Prosedur dan Teks Eksplanasi

Durasi ± 60 menit

Tujuan tugas: Murid secara berkelompok membandingkan sepasang teks bertema sama berikut, lalu menemukan persamaan dan perbedaannya berdasarkan tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan.

Lampiran · Teks Prosedur untuk DibandingkanDokumen-03

Prosedur Mendaur Ulang Botol Plastik menjadi Pot Tanaman

Tujuan: Mengubah botol plastik bekas menjadi pot tanaman sederhana.

  1. Siapkan botol plastik bekas, gunting, dan cat jika diperlukan.
  2. Potong botol plastik menjadi dua bagian menggunakan gunting.
  3. Buat beberapa lubang kecil di bagian bawah botol sebagai saluran air.
  4. Hias bagian luar botol dengan cat sesuai selera.
  5. Isi botol dengan tanah dan bibit tanaman.
  6. Pot dari botol plastik siap digunakan untuk menanam.
Lampiran · Teks Eksplanasi untuk DibandingkanDokumen-04

Proses Terjadinya Pencemaran Lingkungan akibat Sampah Plastik

Pernyataan umum: Pencemaran lingkungan akibat sampah plastik terjadi karena sifat plastik yang sulit terurai secara alami.

Plastik yang dibuang sembarangan akan terurai dalam waktu yang sangat lama, bahkan hingga ratusan tahun. Selama proses tersebut, plastik dapat mencemari tanah dan air karena melepaskan zat kimia berbahaya. Selain itu, sampah plastik yang menumpuk di saluran air dapat menyebabkan penyumbatan sehingga memicu banjir pada musim hujan.

Interpretasi: Oleh karena itu, pengelolaan sampah plastik yang tepat, termasuk melalui daur ulang, sangat penting untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Petunjuk Pengerjaan

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 orang sesuai pembagian dari guru.
  2. Baca kedua teks di atas secara bersama-sama dalam kelompok.
  3. Identifikasi tujuan, struktur, dan ciri kebahasaan masing-masing teks.
  4. Isi Tabel Perbandingan di bawah ini untuk setiap aspek yang diminta.
  5. Presentasikan hasil di depan kelas selama maksimal 5 menit per kelompok, dilanjutkan tanya jawab singkat.

Format Tabel Perbandingan Kelompok

AspekTeks ProsedurTeks Eksplanasi
Tujuan  
Struktur  
Kalimat dominan  
Konjungsi utama  
Hasil bagi pembaca  

Rubrik Penilaian Kelompok

Aspek PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
Ketepatan identifikasi persamaanSeluruh persamaan teridentifikasi tepatSebagian besar tepatIdentifikasi dangkalTidak sesuai
Ketepatan identifikasi perbedaanSeluruh perbedaan teridentifikasi tepat dengan bukti jelasSebagian besar tepatIdentifikasi dangkalTidak sesuai
Kerja sama kelompokSeluruh anggota aktif berkontribusiSebagian besar anggota aktifHanya sebagian kecil anggota aktifDidominasi satu orang
PresentasiJelas, percaya diri, menjawab pertanyaan dengan baikJelas namun kurang percaya diriKurang jelas/terbata-bataTidak dapat menjelaskan hasil

10 — Penutup Pembelajaran

Rangkuman untuk Dicatat di Buku Catatan

Sebagai penutup pertemuan, setiap murid menuliskan satu rangkuman ringkas secara mandiri di buku catatan sebagai simpulan pribadi atas materi hari ini.

Instruksi Menulis Rangkuman

Tulis di buku catatan masing-masing, maksimal satu halaman, mencakup poin-poin berikut:

  • Perbedaan tujuan antara teks prosedur dan teks eksplanasi, menurut pemahaman sendiri.
  • Minimal dua persamaan dan tiga perbedaan antara teks prosedur dan teks eksplanasi.
  • Langkah-langkah membandingkan dua teks secara berurutan.
  • Satu contoh situasi sehari-hari yang menunjukkan perbedaan antara "mengikuti prosedur" dan "memahami penjelasan proses".

Rangkuman ditulis dengan kalimat sendiri (bukan menyalin ulang dari materi), dan dikumpulkan pada awal pertemuan berikutnya untuk diperiksa guru.

DOK/B.INDO/XI/PROSEDUR-BANDING — Fokus Tujuan Pembelajaran, Materi Inti & Tugas Kelompok, 1× pertemuan (3 JP)

Referensi: Kurikulum Merdeka — Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F (Elemen Membaca dan Memirsa); Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MAK Kemendikbudristek.