"Berbuat BAIK adalah investasi"- "Kesehatan adalah investasi"- "Ilmu adalah investasi"-- "BerInvestasilah yang bisa Menjamin Kebahagian Kehidupan Dunia Akhirat"
Senin, 26 Oktober 2020
Selasa, 20 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
PRAKTEK 7 MENYIMPAN SLIDE DAN AKTIFKAN AUTOMATICALLY TRANSITION
Terima kasih Semoga bermanfaat Dan menjadi ladang pahala
Kamis, 08 Oktober 2020
7 Bentuk Investasi yang Diatur dalam Al Quran dan Hadist
Berikut ini merupakan tujuh jenis investasi terbaik sesuai ajaran Islam sebagaimana dikutip dari islamcendikia.com
1. Usaha/bisnis
Usaha, bisnis atau berdagang adalah satu-satunya investasi terbaik sepanjang masa untuk saat ini, maupun masa depan. Nabi Muhammad SAW adalah contoh terbaik untuk hal ini.
Mulai dari bisnis kecil-kecilan di Mekkah, Rasulullah menjadi orang sukses nan kaya raya pada zamannya. Ia kulakan barang di pasar, kemudian dijual di pasar yang lain. Berbekal keuletan, kejujuran, dan kerja keras, ia pun meraih kesuksesan.
2. Menyewakan Lahan
Anda bisa menyewakan lahan perkebunan, sawah dan lahan dengan sistem bagi hasil. Hal ini sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad kepada umat Yahudi.
Dalam Hadits HR Bukhori Nomor 2329 dan Muslim Nomor 1551 dijelaskan bahwa Rasulullah menyerahkan kebun kurma dan ladang daerah Khaibar kepada bangsa Yahudi. Mereka menggarapnya dengan biaya sendiri. Adapun perjanjiannya, Rasulullah mendapatkan setengah dari hasil panennya.
Ini yang kemudian dalam kajian studi ekonomi dan bisnis Islam dikenal dengan Mudharabah atau sistem bagi hasil.
3. Ternak Hewan
Rasulullah adalah penggembala kambing. Nah, di Indonesia, ternak sapi cukup menggiurkan. Keuntungan berternak adalah tidak termakan inflasi, untung banyak dan bisa menjadi invetasi terbaik saat ini untuk masa depan Anda.
4. Emas
Invetasi emas dalam Islam diperbolehkan, lantaran emas merupakan patokan. Namun, berinvestasi di sini tidak bisa jangka pendek, tapi jangka panjang.
Belilah emas batangan, kemudian jika harga emas naik, Anda bisa menjualnya. Namun, investasi butuh kecermatan, ketelitian dan kesabaran seperti menabung.
5. Properti
Jangan dikira Nabi Muhammad Saw tidak tahu properti. Pada zamannya, Baginda Rasulullah Saw sudah menyerahkan ladang daerah Khaibar untuk dikelola orang Yahudi. Hanya saja, namanya bukan properti.
Ingat, tanah adalah bagian dari properti. Jika sistemnya sekarang sewa dengan angka, misalnya sewa tanah, ruko, pertokoan, kos-kosan dan lain sebagainya, maka menurut Islam sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad bentuknya diserahkan kepada orang.
Hasilnya, 50 persen untuk Nabi selaku pemilik dan 50 persen lagi untuk orang yang mengelola, termasuk dibebankan biaya operasional.
6. Deposito syariah
Deposito syariah adalah nasabah menyetor uang untuk diserahkan kepada lembaga keuangan seperti koperasi, bank dan lainnya, kemudian mendapatkan bagi hasil atau lebih dikenal dengan istilah Mudharabah.
Jadi, besar kecilnya nilai bagi hasil ditentukan seberapa untung lembaga keuangan dalam mengelola uang yang Anda setorkan.
7. Sedekah
QS Al Baqarah: 261 menyebutkan, "Orang yang menginfakkan harta di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan 70 tangkai pada setiap tangkainya terdapat 100 biji. Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui."
Dalam pandangan Islam, jelas disebutkan dalam Al Quran, Allah akan melipat gandakan rezeki seseorang dengan memberikan sedekah atau sodaqoh
6 Cara Investasi Ala Rasulullah yang Baik Menurut Al Quran dan Sesuai Sunnah
globalisai Dunia saat ini semakin deras dan tidak terbendung dengan adanya peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, jarak yang ribuan mil dapat ditempuh dhanya dengan beberapa menit menggunkan perlatan komunikasi ini. untuk menunjang itu kita butuh finansial yang hebat agar tidak ketinggalan dalam globalisasi dunia ini. kita perlu menetapkan impian dalam bidang finansial, seandainya bisa kita harus bebas secara finansial sedini mungkin
Dalam menggapai impian finansial di masa depan, tentunya kita tidak bisa hanya mengandalkan dengan menabung .
dana yang kita tabung selain tidak memberikan keuntungan yang tinggi, hal itu juga bisa membuat nilai uang kita tergerus inflasi.
Oleh karena itu disarankan oleh para ahli keuangan untuk mengalihkannya pada instrumen investasi.
Tidak perlu dalam jumlah yang besar, asalkan dilakukan secara konsisten dan sabar.
Tapi ada sebuah gejolak dilema yang mungkin saja dirasakan oleh para umat Muslim soal kontemplasi apakah investasi yang dilakukannya saat ini sudah sesuai dengan syariat Islam?
Menjawab pertanyaan itu, Finansialku ingin memberikan beberapa contoh dari cara investasi Rasulullah pada zamannya, yang mungkin saja bisa ditiru oleh Anda.
Berikut ini adalah tujuh jenis investasi sesuai syariah, yang juga dilakukan oleh Rasulullah SAW:
#1 Menyewakan Lahan dan Properti
Investasi pertama yang dilakukan oleh Rasulullah adalah menyewakan lahan kepada kaum Yahudi dengan sistem bagi hasil.
Melansir laman arah.com, hal ini dijelaskan langsung dalam Hadist HR Bukhori Nomor 2329 dan Muslim Nomor 1551, yang menjelaskan kalau:
“Rasulullah SAW menyerahkan kebun kurma dan ladang daerah Khaibar kepada bangsa Yahudi. Mereka menggarapnya dengan biaya sendiri. Adapun perjanjiannya, Rasulullah SAW mendapatkan setengah dari hasil panennya.”
Ini tentu bukanlah jenis investasi yang berat sebelah untuk kedua belah pihak, karena hasil dibagi rata 50:50.
Sistem pembagian hasil ini, kemudian dikaji lebih dalam pada studi ekonomi dan bisnis Islam yang dikenal dengan istilah ‘Mudharabah’.

Anda punya lahan kosong yang bisa dijadikan sebagai sawah, perkebunan, ladang, atau mata pencaharian lainnya?
Kenapa tidak memanfaatkan itu sebagai pos yang bisa menambah pemasukan pasif Anda, dengan mengikuti sistem yang dianut Rasulullah, yaitu bagi hasil?
Tapi sebelum itu, ingatlah untuk membuat surat perjanjian yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, ya!
Jangan sampai terjadi miskomunikasi antara kedua belah pihak, yang malah merugikan dan menimbulkan pertengkaran yang menambah dosa.
Sebagai tambahan, praktik menyewakan lahan bukan hanya berlaku untuk tanah saja, ya!
Anda bisa mempraktikan sistem Mudharabah ini pada penyewaan properti lainnya, seperti toko, ruko, atau bahkan rumah yang tidak terpakai.
#2 Bisnis
Karir Rasulullah dikenal sangat cemerlang di dunia bisnis. Namanya sudah tersohor di seluruh pelosok jazirah Arab.
Karir bisnisnya telah beliau mulai sejak usia 12 tahun, yang kala itu beliau diajak untuk berdagang oleh pamannya, Abu Thalib.
Oleh Abu Thalib, beliau diikutsertakan dalam perjalanan bisnis ke Suriah. Sejak saat itu lah, jiwa berdagangnya mulai tumbuh.
Beliau mulai merintis usaha pertamanya di Mekkah dengan berdagang kecil-kecilan di sekitar Ka’bah.
Usahanya kemudian terus berkembang karena keuletan beliau dalam menjalankan bisnisnya ini.
Kemahirannya dalam menjalankan sebuah bisnis juga dituliskan dalam Al-Quran Surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya:
“Sungguh telah ada dalam diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap pertemuan dengan Allah dan Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”
Terdapat kiat-kiat berdagang ala Rasulullah, yang bisa kita tiru untuk bisnis kita, di antaranya adalah:
- Penjual tidak boleh berbohong dan menipu. Rasul pernah bersabda, “Apabila dilakukan penjualan, katakanlah: tidak ada penipuan.”
- Memberikan waktu tenggat pelunasan untuk pelanggan yang tidak mampu membayar kontan. Apabila sampai lewat waktu tenggat pelanggan tidak mampu melunasi, Rasul biasanya akan mengikhlaskannya.
- Penjual tidak boleh sumpah yang berlebihan, apalagi sumpah palsu.
- Transaksi barang akan sempurna hanya dengan kesepakatan bersama.
- Penjual harus benar dalam timbangan dan takaran.
- Orang yang bayar di muka sebuah barang, tidak boleh menjualnya sebelum bisa melunasi sisanya.
- Dilarang melakukan monopili.
- Tidak boleh membatasi harga komoditi. Allah pernah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 29, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.”
#3 Investasi Emas
Dalam Islam, emas diakui sebagai salah satu jenis investasi unggulan sejak dulu. Pasalnya, emas adalah salah satu alat utama dalam perdagangan di jaman Rasulullah.
Bahkan, emas sempat menjadi alat tukar yang sangat berharga untuk masyarakat di jaman Rasulullah kala itu.

Bukan cuma karena nilai jual dan belinya yang tergolong tinggi, tapi juga karena sifat emas yang tidak akan tergerus inflasi.
Untuk Anda yang ingin mengikuti jejak rasulullah dan melakukan investasi yang sesuai dengan sunnah, emas bisa dijadikan pilihan, lho!
Tapi ingat, untuk mendapatkan return yang maksimal, investasi emas ini lebih baik dilakukan dalam jangka panjang, ya!
Sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi emas, tidak ada salahnya apabila Anda menambah wawasan terlebih dahulu
#4 Ternak Hewan
Sebagaimana dituliskan dalam buku sejarah Islam, selalu diceritakan kalau Rasulullah adalah seorang penggembala kambing.
Bukan cuma kambing, Rasulullah juga memelihara puluhan hewan unta, yang menambah aset kekayaannya kala itu.
Meniru keberhasilannya, Anda juga bisa mulai mempertimbangkan untuk menggembala sebagai salah satu bentuk investasi.
Di Indonesia, hewan yang masih banyak digandrungi adalah Sapi, Kambing, Ayam, ataupun Lele. Anda bisa membeli beberapa ekor untuk dipelihara.
Tapi ingat, ketika Anda sudah berkomitmen untuk memelihara binatang, jangan sampai menelantarkan dan membuat mereka tersiksa, ya!
Karena Allah tidak menyukai hambaNya yang suka melukai dan menyiksa seekor hewan.
Apabila Anda terlalu sibuk untuk mengurus binatang ternak sendiri, lebih baik minta bantuan atau jasa orang lain, ya!
#5 Deposito Syariah
Sebagaimana kita ketahui, deposito adalah salah satu jenis investasi yang disediakan oleh lembaga perbankan.
Deposito memungkinkan kita untuk menyetorkan sejumlah uang kepada bank secara rutin dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Tapi untuk diingat, deposito konvensional beda dengan deposito syariah, lho! Deposito syariah dikelola sesuai dengan sunnah dan hukum yang berlaku dalam Islam.
Seperti misalnya dalam deposito syariah, bunga atau dividen yang diterima bukan dalam jumlah yang disepakati sejak awal, melainkan menggunakan sistem bagi hasil.
Karena sebagaimana kita ketahui, bunga atau dividen termasuk ke dalam riba, yang mana praktek ini sangat dibenci oleh Allah SWT.
#6 Sedekah
Kenapa sedekah termasuk ke dalam investasi? Ingatkah Anda kalau Allah pernah berfirman dalam Surat Al-baqarah: 261 yang artinya:
“Orang yang menginfakkan harta di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan 70 tangkai pada setiap tangkainya terdapat 100 biji. Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.”
Artinya, siapapun hambaNya yang mau dan ikhlas untuk bersedekah, niscaya Allah akan melipatgandakan rejekinya.
Bukankah konsep ini serupa dengan investasi, yang mana kita menabung, dan mendapatkan return dalam kurun waktu tertentu?
Ditambah, investasi satu ini memiliki return yang tidak terduga jumlah atau besarannya.
Jadi, jangan ragu untuk melakukan investasi satu ini di manapun dan kapanpun dengan hati yang ikhlas, ya!
Karena rejeki kita tidak semerta-merta akan habis hanya karena bersedekah. Justru, Allah malah akan menggantinya dengan kelipatan yang jauh lebih besar nilainya!
Mencetak Dokumen Menggunakan Sharing Printer
- Pastikan anda masih membuka dokumen yang akan anda cetak.
- Tekan Ctrl + P untuk membuka perintah Print
- Pada jendela Print, pastikan name terisi sesuai dengan merk printer anda.
- Pada page range atur halaman yang akan anda cetak.
- Pilih all untuk mencetak semua halaman.
- Current page untuk mencetak halaman yang sedang aktif (tempat kursor berada)
- Pages, untuk memilih halaman tertentu untuk dicetak. Masukkan nomor halaman yang diinginkan.
- Pada copies, atur berapa jumlah masing-masing halaman tersebut dicetak.

- Untuk mengatur ukuran kertas pada printer, klik properties. Pada jendela yang muncul ubah ukuran kertas pada pilihan size.

- Jika sudah klik OK dan OK lagi untuk memulai mencetak dokumen.
Untuk mencetak dokumen ke printer yang berada dalam sebuah jaringan, pilih printer yang akan digunakan pada saat pencetakan. Pencetakan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Klik file – print
- Pada jendela print, pilih jenis printer yang akan digunakan untuk mencetak
- Proses pencetakan dapat dilanjutkan seperti biasa
- Klik start – Printer and Fax
- Klik kanan pada ikon komputer jaringan, kemudian klik Set as Default Printer
- Ikon printer yang ditandai sebagai default printer akan ditandai dengan tanda centang
Mengopi File Dalam Jaringan
File atau folder yang telah di-share dapat diakses oleh komputer lain dalam jaringan. File atau Folder yang telah di-share tersebut dapat dilihat melalui jendela entire network pada Windows Explorer, seperti berikut :
- Klik Folder latihan on aviva pada my network places untuk mencari file yang akan dicopy.
- Klik kanan file latihan kemudian klik copy.
- File yang telah dicopy dapat dipaste pada folder my document atau folder lain dikomputer pengakses. proses mengopi folder atau file dari jaringan ke komputer sama seperti proses mengopi folder atau file ke folder lain di komputer.
1. Pastikan Masing-masing komputer terhubung dalam jaringan.
- Pastikan anda mengetahui IP address komputer anda. Bagaimana cara mengetahuinya ?
- Buka run (tekan tombol windows pada keyboard + huruf R)
- pada jendela yang terbuka ketik cmd
- Lalu pada jendela command prompt silahkan ketik perintah berikut ini.
- ipconfig
- Lalu command prompt akan menampilkan sejumlah laporan dalam windows IP configuration.
- umumnya anda akan melihat se-deretan angka.
- Silahkan anda catat angka tersebut yang merupakan alamat komputer anda saat ini.
- Pastikan anda juga mengetahui alamat IP (IP Address) komputer yang akan anda kirim atau transfer file.
- Silahkan anda praktek langkah diatas pada komputer lain dalam jaringan.
- Lalu catat alamat IP (IP address) komputer lain.
- Dari jendela command prompt yang terbuka pada komputer anda, silahkan anda ketik perintah berikut
- ping 192.168.x.x
- 192.168.x.x adalah alamat IP (IP address) komputer lain dalam jaringan.
- Pastikan anda akan mendapat balasan sebagai berikut.
- Reply from 192.168.x.x: bytes=32 time<1ms TTL=128
2. Masing-masing komputer harus aktif Log on Password.
- Klik start
- Klik control panel
- Klik user account
- Klik create password for your account.
- lalu pada jendela berikutnya silahkan isikan password pada form new password dan confirm new password.
- kemudian klik tombol create password.
- Komputer 1
- user : jaringan1
- password : 123456
- Komputer 2
- user : jaringan2
- password : 123456
