Kamis, 01 Oktober 2026

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah (Bagian 1)

Modul AjarTerverifikasiFase F
DOK/B.INDO/XI/CERAMAH-KAIDAH-1 — 3 JP · 1 Pertemuan

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah (Bagian 1)

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MAK — melatih murid mengidentifikasi ciri kebahasaan teks ceramah: kata ganti orang, kata teknis, dan kata persuasif.

Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
Jenjang
SMK/MAK — Kelas XI
Elemen
Membaca & Memirsa
Alokasi Waktu
3 JP (3 × 45 menit)
01 — Identitas Pembelajaran

Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (Elemen Membaca–Memirsa)

Murid mampu mengidentifikasi dan menganalisis ciri kebahasaan pada berbagai jenis teks, termasuk teks ceramah, untuk memahami bagaimana bahasa digunakan secara efektif dalam menyampaikan pesan kepada pendengar.

Tujuan Pembelajaran

Murid mampu mengidentifikasi ciri kebahasaan teks ceramah, seperti kata ganti orang, kata teknis, dan kata persuasif.

TP.1

Murid dapat menjelaskan jenis dan fungsi kata ganti orang dalam teks ceramah.

TP.2

Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi kata teknis dalam teks ceramah.

TP.3

Murid dapat menjelaskan pengertian dan fungsi kata persuasif dalam teks ceramah.

TP.4

Murid dapat menemukan ketiga ciri kebahasaan tersebut dalam sebuah teks ceramah.

8 Profil Lulusan yang Dikembangkan

Penalaran Kritis

Menganalisis fungsi kata ganti orang, kata teknis, dan kata persuasif dalam teks.

Kemandirian

Menyelesaikan identifikasi dan reviu materi secara mandiri.

Kolaborasi

Bekerja sama dalam kelompok saat menganalisis ciri kebahasaan teks ceramah.

Komunikasi

Menyampaikan hasil identifikasi ciri kebahasaan secara jelas dan runtut.


02 — Materi Inti A

Mengingat Kembali Teks Ceramah

Teks ceramah adalah teks berisi pidato seseorang di hadapan pendengar, bertujuan memberi nasihat, wejangan, atau pengetahuan tentang suatu hal, dengan struktur pembukaan, isi, dan penutup. Pada pertemuan ini, murid akan mempelajari tiga ciri kebahasaan utama teks ceramah.

1. Kata Ganti Orang

Menunjukkan posisi penceramah dan pendengar dalam teks.

2. Kata Teknis

Istilah khusus sesuai tema ceramah yang memberi kedalaman isi.

3. Kata Persuasif

Kata ajakan/anjuran yang mendorong pendengar bertindak.


03 — Materi Inti B

Kata Ganti Orang dalam Teks Ceramah

Kata ganti orang dalam teks ceramah digunakan untuk menunjukkan posisi penceramah dan pendengar, sekaligus membangun kedekatan di antara keduanya selama penyampaian pesan.

1

Kata Ganti Orang Pertama Tunggal

Merujuk pada diri penceramah sendiri.

Contoh: "Izinkan saya menyampaikan sedikit renungan."
2

Kata Ganti Orang Pertama Jamak

Membangun kebersamaan antara penceramah dan pendengar.

Contoh: "Marilah kita renungkan bersama."
3

Kata Ganti/Sapaan Orang Kedua

Menyapa pendengar secara langsung.

Contoh: "Hadirin yang saya hormati..."

04 — Materi Inti C

Kata Teknis dalam Teks Ceramah

Kata teknis adalah istilah khusus sesuai tema ceramah yang memberikan kedalaman dan kredibilitas pada isi yang disampaikan.

Tema Keagamaan

ibadah, akhlak, syukur, taqwa

Tema Kesehatan

imunitas, gizi seimbang, imunisasi

Tema Pendidikan

kurikulum, literasi, karakter

Fungsi: memperkuat kredibilitas penceramah dan membantu pendengar memahami isu secara lebih mendalam sesuai tema yang dibahas.


05 — Materi Inti D

Kata Persuasif dalam Teks Ceramah

Kata persuasif adalah kata yang bertujuan mengajak atau menganjurkan pendengar agar bertindak sesuai pesan yang disampaikan dalam ceramah.

Kata Ajakan

mari, marilah, ayo

Kata Anjuran

hendaknya, sebaiknya, seyogyanya

Contoh Kalimat

"Marilah kita membiasakan pola hidup sehat."


06 — Materi Inti E

Rangkuman Ciri Kebahasaan Teks Ceramah

Ciri KebahasaanFungsiContoh
Kata Ganti OrangMenunjukkan posisi penceramah & pendengar, membangun kedekatan"saya", "kita", "hadirin"
Kata TeknisMemberi kedalaman dan kredibilitas sesuai tema ceramah"imunitas", "akhlak", "kurikulum"
Kata PersuasifMengajak/menganjurkan pendengar bertindak sesuai pesan"marilah", "hendaknya"

07 — Pemodelan

Contoh Penerapan: Mengidentifikasi Ciri Kebahasaan

Guru membacakan dan membahas bersama contoh berikut sebagai model identifikasi sebelum murid mengerjakan tugas kelompok.

Lampiran · Teks Ceramah ContohDokumen-01

Pentingnya Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak/Ibu dan hadirinSAPAAN/ORG.2 yang saya hormati, izinkan sayaORG.1 TUNGGAL menyampaikan sedikit pesan tentang pentingnya menjaga kesehatan di musim pancaroba. Musim pancaroba sering menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga kitaORG.1 JAMAK rentan terserang flu dan demam. Oleh karena itu, marilah kitaPERSUASIF membiasakan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbangKATA TEKNIS dan cukup istirahat. Selain itu, hendaknyaPERSUASIF kita juga rutin berolahraga agar imunitasKATA TEKNIS tubuh tetap terjaga. Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Simpulan model identifikasi: Teks di atas memakai kata ganti orang kedua untuk menyapa ("hadirin"), orang pertama tunggal saat memperkenalkan diri ("saya"), dan orang pertama jamak untuk membangun kebersamaan ("kita"). Kata teknis bidang kesehatan ("gizi seimbang", "imunitas") memperkuat kredibilitas isi, sementara kata persuasif ("marilah", "hendaknya") mengajak pendengar menerapkan pola hidup sehat.


08 — Ringkasan Materi

Poin-Poin Penting

  • Kata ganti orang dalam teks ceramah terdiri atas orang pertama tunggal ("saya"), orang pertama jamak ("kita/kami"), dan sapaan orang kedua ("hadirin", "Bapak/Ibu").
  • Kata teknis adalah istilah khusus sesuai tema ceramah yang memberi kedalaman dan kredibilitas pada isi.
  • Kata persuasif berupa kata ajakan ("marilah") dan anjuran ("hendaknya") yang mengajak pendengar bertindak sesuai pesan.
  • Ketiga ciri kebahasaan ini saling melengkapi untuk membuat ceramah lebih dekat, meyakinkan, dan mudah diterima pendengar.

09 — Lembar Kerja

Tugas Kelompok: Mengidentifikasi Ciri Kebahasaan Teks Ceramah

Durasi ± 60 menit

Tujuan tugas: Murid secara berkelompok mengidentifikasi kata ganti orang, kata teknis, dan kata persuasif pada teks ceramah berikut, lalu mempresentasikan hasil temuannya.

Lampiran · Teks Ceramah untuk DiidentifikasiDokumen-02

Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak/Ibu guru dan adik-adik yang saya banggakan, pada kesempatan ini saya ingin mengajak kita semua merenungkan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda. Pendidikan karakter berperan penting dalam membentuk akhlak dan moral peserta didik, tidak hanya kecerdasan intelektual semata. Oleh karena itu, hendaknya sekolah dan keluarga bekerja sama menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan sejak dini. Marilah kita bersama-sama menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus bangsa. Demikian yang dapat saya sampaikan. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teks di atas belum ditandai — tugas kelompok adalah menemukan sendiri kata ganti orang, kata teknis, dan kata persuasif yang terdapat di dalamnya.

Petunjuk Pengerjaan

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 orang sesuai pembagian dari guru.
  2. Baca teks ceramah di atas secara bersama-sama dalam kelompok.
  3. Tandai setiap kata/frasa sesuai jenisnya (kata ganti orang, kata teknis, atau kata persuasif).
  4. Isi Tabel Identifikasi di bawah ini untuk setiap ciri kebahasaan.
  5. Presentasikan hasil di depan kelas selama maksimal 5 menit per kelompok, dilanjutkan tanya jawab singkat.

Format Tabel Identifikasi Kelompok

Ciri KebahasaanContoh Kata/Frasa yang DitemukanJumlahFungsi dalam Teks
Kata Ganti Orang Pertama   
Kata Ganti/Sapaan Orang Kedua   
Kata Teknis   
Kata Persuasif   

Rubrik Penilaian Kelompok

Aspek PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Kurang)
Ketepatan identifikasi kata ganti orangSeluruh jenis teridentifikasi tepatSebagian besar tepatIdentifikasi dangkal, sebagian keliruIdentifikasi tidak sesuai
Ketepatan identifikasi kata teknis & persuasifSeluruh kata ditemukan dengan tepatSebagian besar tepatSebagian kata terlewatTidak ditemukan dengan tepat
Kerja sama kelompokSeluruh anggota aktif berkontribusiSebagian besar anggota aktifHanya sebagian kecil anggota aktifDidominasi satu orang
PresentasiJelas, percaya diri, menjawab pertanyaan dengan baikJelas namun kurang percaya diriKurang jelas/terbata-bataTidak dapat menjelaskan hasil

10 — Penutup Pembelajaran

Tugas Individu: Menjawab 25 Pertanyaan tentang Materi

Dikerjakan Mandiri · Otomatis Bernilai

Petunjuk: Isi No. Absen dan Nama, lalu jawab 25 pertanyaan pilihan ganda (5 opsi) berikut. Soal-soal ini berbentuk HOTS (Higher Order Thinking Skills) — menuntut analisis kutipan, perbandingan kalimat, dan penilaian efektivitas, bukan sekadar hafalan. Skor akan muncul otomatis setelah menekan tombol "Kirim Jawaban", dan hasilnya akan tercatat otomatis.

1. Perhatikan kutipan ceramah berikut: “Izinkan saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian. Pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama merenungkan arti pentingnya toleransi.” Perubahan kata ganti dari “saya” ke “kita” pada kutipan tersebut menunjukkan pergeseran fungsi dari...

2. Seorang penceramah bertema kesehatan menyampaikan: “Pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif.” Penggunaan istilah “penyakit degeneratif” dalam kutipan tersebut berfungsi untuk...

3. Bandingkan dua kutipan berikut. Kutipan 1: “Anda harus mulai menabung sejak sekarang.” Kutipan 2: “Marilah kita mulai menabung sejak sekarang.” Perbedaan kesan yang ditimbulkan oleh kedua kutipan tersebut adalah...

4. “Hendaknya kita menjaga pola makan sehat demi imunitas tubuh yang optimal.” Jika kata “hendaknya” pada kalimat tersebut dihapus, dampak apa yang paling mungkin terjadi terhadap kalimat?

5. Seorang murid diminta menyusun potongan ceramah bertema lingkungan. Manakah susunan kalimat yang paling tepat menggabungkan kata ganti orang pertama jamak dan kata persuasif secara bersamaan?

6. Perhatikan kutipan: “Bapak/Ibu dan hadirin yang saya hormati, pendidikan karakter berperan penting membentuk akhlak generasi muda.” Jika sapaan “Bapak/Ibu dan hadirin” diubah menjadi “kalian”, perubahan apa yang paling mungkin terjadi pada kesan ceramah tersebut?

7. Mengapa penggunaan kata teknis yang berlebihan tanpa penjelasan dapat menjadi kelemahan dalam sebuah ceramah?

8. Perhatikan dua kalimat berikut. (1) “Kita semua tahu bahwa membaca itu penting.” (2) “Konon membaca itu penting, entahlah.” Manakah kalimat yang lebih efektif membangun keyakinan pendengar, dan mengapa?

9. Seorang penceramah ingin membahas tema “pentingnya olahraga” namun menghindari seluruh istilah kesehatan seperti “metabolisme” atau “kardiovaskular”. Apa kemungkinan konsekuensi dari pilihan tersebut?

10. Perhatikan kutipan: “Izinkan saya menutup ceramah ini dengan sebuah ajakan: marilah kita jadikan kejujuran sebagai kebiasaan sehari-hari.” Kombinasi kata ganti dan kata persuasif pada kalimat penutup tersebut berfungsi untuk...

11. Dalam sebuah ceramah bertema pendidikan, penceramah berkata: “Kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman akan mencetak generasi yang kompetitif.” Jika kalimat ini diucapkan di hadapan audiens awam tanpa latar belakang pendidikan, tantangan apa yang paling mungkin dihadapi penceramah?

12. Manakah revisi kalimat yang paling tepat mengubah kalimat formal “Anda diharapkan menjaga kebersihan lingkungan” menjadi kalimat ceramah yang lebih persuasif dan membangun kebersamaan?

13. Perhatikan kutipan: “Kita tentu sepakat bahwa generasi muda adalah penentu masa depan bangsa.” Kata “kita” dalam kalimat tersebut berfungsi untuk menciptakan kesan bahwa...

14. Jika sebuah ceramah bertema keagamaan sama sekali tidak menggunakan istilah keagamaan (seperti “ibadah” atau “syukur”) dan hanya menggunakan bahasa umum, apa dampak paling mungkin terhadap kredibilitas ceramah tersebut di hadapan audiens yang memahami istilah tersebut?

15. Perhatikan kalimat: “Sebaiknya kita mulai membiasakan hidup hemat energi mulai dari rumah masing-masing.” Jika kata “sebaiknya” diganti dengan “wajib”, perubahan nuansa apa yang paling mungkin terjadi?

16. Seorang penceramah ingin ceramahnya terdengar lebih dekat secara emosional dengan audiens generasi muda. Manakah pilihan kata ganti yang paling sesuai untuk tujuan tersebut?

17. Perhatikan dua kutipan berikut. Kutipan A: “Hadirin sekalian, marilah kita syukuri nikmat kesehatan ini.” Kutipan B: “Masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan.” Manakah kutipan yang lebih efektif membangun kedekatan emosional dengan pendengar, dan mengapa?

18. Mengapa kombinasi kata ganti orang pertama jamak dan kata persuasif sering muncul bersamaan pada bagian penutup ceramah?

19. Sebuah ceramah menggunakan kalimat: “Riset menunjukkan bahwa remaja yang gemar membaca memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik.” Fungsi penyebutan “riset” dalam kalimat tersebut adalah untuk...

20. Perhatikan kutipan ceramah: “Izinkan saya mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk turut merenungkan pentingnya gotong royong di tengah masyarakat yang kian individualis.” Manakah ciri kebahasaan yang TIDAK terdapat dalam kutipan tersebut?

21. Dalam konteks ceramah bertema sosial, manakah fungsi paling tepat dari penggunaan kata teknis seperti “individualis” atau “gotong royong”?

22. Seorang murid merevisi kalimat ceramah dari “Kalian harus peduli terhadap sesama” menjadi “Marilah kita peduli terhadap sesama”. Perubahan apa yang terjadi pada kalimat tersebut?

23. Mengapa pemilihan kata ganti dan kata persuasif yang tepat penting diperhatikan saat menyusun teks ceramah untuk forum resmi dibandingkan forum santai?

24. Perhatikan kutipan: “Kita sering mendengar pepatah ‘buah jatuh tidak jauh dari pohonnya’. Oleh karena itu, marilah kita menjadi teladan yang baik bagi anak-anak kita.” Apa hubungan logis antara dua kalimat tersebut dalam membangun argumen ceramah?

25. Jika Anda diminta menilai efektivitas sebuah teks ceramah, manakah kombinasi ciri kebahasaan yang paling menunjukkan ceramah tersebut disusun dengan baik?

DOK/B.INDO/XI/CERAMAH-KAIDAH-1 — Fokus Tujuan Pembelajaran, Materi Inti, Tugas Kelompok & Tugas Individu, 1× pertemuan (3 JP)

Referensi: Kurikulum Merdeka — Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F (Elemen Membaca dan Memirsa); Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMK/MAK Kemendikbudristek.

Tidak ada komentar: